Bergelimang Potensi 12,4 Juta Ton Emas, Sudahkah Daerah Jambi Seluas 646.100 Ha Ini Lepas dari Jerat Kemiskinan?


inNalar.com – Keberadaan emas seringkali menjadi penanda kekayaan di suatu daerah sebagaimana halnya tanah ‘harta karun’ Jambi ini.

Salah satu daerah yang ada di Jambi seluas 646.100 hektare ini menyimpan potensi emas yang menjanjikan.

Tereka emas alluvial di pelosok daerah Jambi sebanyak 12.562.500 ton, menghimpun informasi dari Badan Geologi ESDM.

Baca Juga: Salah Langkah Pindah Alam, Desa Tempel Jurang di Boyolali, Jawa Tengah Ini Keindahannya Pacu Adrenalin

Diduga pula terdapat 1,59 ton mineral logam berharga yang menyebar di wilayah tersebut.

Namun, apakah ‘harta karun’ prospektif di wilayah yang satu ini seiring pula dengan kesejahteraan penduduknya?

Indikator tingkat kemiskinan dapat menjadi tolok ukur sederhana untuk melihat seberapa makmurnya mereka.

Baca Juga: Bukan Proyek ‘Roro Jonggrang’, 16 Ruas Jalan Rusak di Lampung 102 Km Telah Berubah Rupa: Biayanya Habis Segini

Lantas bagaimana dengan daerah potensial emas di Kabupaten Tebo, Jambi?

Meski bukan menjadi kabupaten termiskin di Jambi, Kabupaten Tebo merupakan daerah paling miskin ke-6 dari 11 wilayah administratif provinsinya.

Terlihat dalam data Badan Pusat Statistika 2024, daerah potensial emas ini masih mencatatkan sejumlah penduduk miskin.

Baca Juga: Membenteng hingga Berau, Tebing Berlipat di Kutai Timur 2,14 Juta Ha Ini Pemasok ‘Harta Karun’ Terbesar di Dunia

Terungkap Kabupaten Tebo sendiri masih memiliki 22.480 jiwa dari total penduduknya yang mencapai 362.946 jiwa.

Artinya, sebanyak 6,12 persen warga daerah potensial emas Jambi ini masih terjebak di bawah garis kemiskinan.

Kabar baiknya, angka kemiskinan ini sudah menurun jika dibandingkan dengan catatan tahun 2023.

Baca Juga: Diincar Para Pemburu Alam, Ada ‘Harta Karun’ Apa di Sungai Misterius Kutai Timur Sepanjang 49 Km?

Penduduk miskin di daerah bergelimang prospeksi emas ini sebelumnya menembus 23.470 jiwa.

Apabila diungkap skala yang lebih meluas, pada dasarnya persentase penduduk miskin di wilayah pedesaan Jambi sendiri rata-ratanya mencapai 5,9 persen.

Kemudian jika dilihat dari kualitas angka harapan hidup, rata-rata penduduk wilayah ini hidup hingga 73,45 tahun.

Baca Juga: Tertua di Wonosobo, Desa Pemilik Golden Sunrise Tercantik se-Asia Ini Jejaknya Terekam dalam Buku Kuno

Namun ada hal yang paling penting dari seluruh indikatornya. Lantas seberapa tinggi serapan angkatan kerja di daerah potensial emas Jambi ini?

Persentase masyarakat Kabupaten Tebo yang terserap di dunia kerja sebanyak 70,13 persen.

Adapun tingkat pengangguran terbuka yang tercatat dari daerah tersebut mencapai 1,71 persen.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Kota yang Hilang di Kompleks Candi Muaro Jambi, Ada Jejak Relasi Dengan Peradaban India?

Dapat digambarkan bahwa sebanyak 177.198 penduduknya bekerja, sedangkan 3.090 warga lainnya masuk dalam kategori pengangguran.

Sementara untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerahnya sendiri mencapai 70,63.

Dengan rata-rata kualitas kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Jambi yang mencapai 72,77 ini tentu menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memacu kesejahteraan rakyatnya.

Baca Juga: Lokasinya Sejengkal dari Gunung Merapi, Begini Nasib Penghuni Kampung Paling Berbahaya di Boyolali Jawa Tengah

Mengingat pula Kabupaten Tebo masih tertinggal dari pencapaian IPM Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Skor IPM daerah tersebut juga terpantau masih di belakang Kabupaten Kerinci, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, hingga Bungo.***

Rekomendasi