Berdusta Melihat Baginda Nabi Muhammad SAW Dalam Mimpi, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

inNalar.com – Adanya mimpi bisa terjadi pada siapa saja, semua kalangan dari segala usia bisa mengalaminya.

Banyak dari kita yang menganggap bahwa mimpi hanyalah bunga tidur. Namun terkadang, mimpi juga memiliki makna tersendiri.

Beberapa juga ada yang mengaku bisa menafsirkan mimpi seseorang, seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Yusuf ketika itu.

Baca Juga: Benarkah Bisa Atasi Wajah Kusam dengan Kunyit, Bagaimana Caranya?

Tapi berdusta meskipun di dalam mimpi adalah jenis kebohongan yang paling buruk. Kita perlu berhati-hati akan hal ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda, sebagaimana yang ada dalam hadist riwayat Al Bukhari: “Kebohongan yang paling berbahaya adalah seseorang (mengaku) melihat dengan kedua matanya sesuatu yang tidak ia lihat.”

Oleh karena itu Nabi SAW memberikan penjelasan hukuman bagi orang yang melakukan jenis kebohongan seperti ini melalui sabdanya.

Baca Juga: Pikirkan Dulu Sebelum Berucap! Ustadz Khalid Basalamah Ingatkan Bahaya Suka Melaknat Orang Lain

“Barangsiapa mengaku memimpikan sesuatu yang tidak ia impikan, ia dipaksa untuk menyambung dua gandung di hari kiamat. Dan ia tidak akan mampu melakukannya.” (HR. Al Bukhari)

Kita mungkin saja masih bisa membayangkan keburukan dusta jenis ini, ketika seseorang berdusta telah melihat seseorang di dalam mimpinya, atau memimpikan hal biasa.

Namun apa jadinya jika yang terjadi justru berdusta karena telah mengaku melihat Baginda Nabi Muhammad SAW di dalam mimpinya, mengaku dikabari sesuatu?

Baca Juga: Cara Membuat Toner Alami Dari Air Kelapa Paling Murah Dan Aman.

Banyak sekali kasus seperti ini kita temui, terlepas dari benar tidaknya, kita tetap perlu berhati-hati.

Nabi SAW menegaskan dalam sebuah haditsnya bahwa barangsiapa yang berdusta terhadapnya tidak sama seperti berdusta kepada seorang pun. Ia yang berdusta akan menempati neraka.

Kita perlu berwaspada dengan mereka yang datang lalu mengatakan, “Kami memimpikan Nabi SAW,” sementara mereka tidak punya bukti yang menunjukkan kebenaran pengakuan mereka sendiri.

Baca Juga: Jadi Galak Saat Menstruasi? Ini Penyebab dan Cara Menghindari Mood

Lebih buruk dari itu jika ia mengklaim telah melihat Nabi dalam keadaan terjaga bukan dalam mimpi, maqam seperti itu hanya dapat dicapai oleh para wali yang istiqamah, bukan seorang yang belum matang ilmunya.

Beberapa Ulama berpendapat bahwa orang yang telah memimpikan Nabi SAW akan memperbaiki akhlak dan watak, serta meniru akhlaknya.

Perangai kesehariannya semakin membaik, demikian agar mimpi ini menjadi awal jalan dan pintu pembuka kebaikan. *** (Ala’ Annajib Asyatibi)

Rekomendasi