

InNalar.com – Bandara, tempat ini merupakan lokasi yang digunakan untuk tiap pesawat dalam mendarat.
Saat ini tentu hampir tiap provinsi di Indonesia memiliki banyak bandar udara di tiap wilayahnya.
Tapi siapa sangka? Ternyata Bandar udara pertama Indonesia ini justru berada di kemayoran, Jakarta Pusat, dan bukanlah Soekarno-Hatta.
Perlu diketahui, tempat landasan pesawat ini tentu sudah ada sejak jaman Belanda dan pada masa Jepang di Indonesia dahulu.
Bahkan saat perang Asia Pasifik terjadi, landasan pesawat ini juga sampai mendapat beberapa serangan.
Walau akhirnya infrastruktur yang berada di kemayoran ini sudah tidak difungsikan lagi.
Bahkan sebenarnya orang-orang di Jakarta Pusat mungkin sering melewatinya, namun justru tidak menyadarinya.
Karena infrastruktur itu kini telah jadi jalanan umum, yang dinamakan Jalan Benyamin Sueb.
Itulah alasan yang membuat Jalan Benyamin Sueb hanya memiliki jalanan lurus yang membentang sepanjang 3,9 Km.
Adapun nama dari landasan pacu pesawat ini adalah Bandara Kemayoran, atau orang jaman dahulu mungkin menyebutnya dengan bandara Kemajoran.
Dilansir InNalar.com dari p2k.stekom.ac.id, infrastruktur ini dulunya dibangun pada jaman Belanda, tepatnya pada tahun 1934.
Diketahui pengoperasian pada landas pacu pesawat ini telah beroperasi pada 6 Juli 1940 dengan pesawat jenis DC-3 Dakota.
Tanggal itu merupakan 2 hari lebih cepat 2 hari sebelum peresmian dilakukan.
Dulunya, Bandara pertama di Indonesia yang berada di Kemayoran ini memiliki dua landasan pacu dan saling bersilangan.
Landasan pacu pertama inilah yang kini jadi Jalan Benyamin Suep dengan panjang 3,6 Km.
Saat masih menjadi bandara, jalan ini merupakan landasan pacu yang mengarah ke utara-selatan (17-35) yang memiliki ukuran 2.475 x 45 meter.
Bahkan landasan pacu ini dulu juga melayani penerbangan ke luar negeri, yaitu menuju Australia.
Tentu kala itu infrastruktur ini cukup luar biasa, mengingat Singapura saja memiliki bandara pada tahun 1980-an.
Sekedar informasi, landasan pacu pesawat ini dulunya dibangun oleh Belanda dan dikelola oleh Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappy, tentu semua itu berubah setelah Indonesia merdeka.
Pengambil alihan bandara yang berada di Jakarta Pusat ini terjadi pada tahun 1950-an.
Beberapa tahun berlalu, hingga akhirnya bandara Kemayoran yang jadi pertama di Indonesia ini mulai ditutup pada 31 Maret 1985.
Pasalnya, kala itu penerbangan mulai dialihkan menuju ke bandara Soekarno-Hatta, yang berada di Tangerang.
Alasan pemberhentiannya pun bukan karena hal yang negatif, namun karena kala itu tingkat kebutuhan penerbangan di Indonesia mulai meningkat.
Oleh karena itulah, pemerintah berinisiatif untuk mengalihkannya ke Soekarno-Hatta yang lebih mumpuni.***