Berdiri Sejak 1928, Sekolah di Pontianak Kalimantan Barat Ini Jadi Warisan Era Kolonial Belanda, Bisa Tebak?

inNalar.com – Daerah Kalimantan barat merupakan wilayah ynag terkenal dengan keberadaannya yang berada di garis khatulistiwa.

Kalimantan Barat juga terkenal memiliki sungai terpanjang yang ada di Indonesia, tentunya Pontianak memiliki tempat bersejarah peninggalan zaman kolonial belanda. 

Pada umumnya bangunan atau tempat bersejarah akan dijadikan sebagai objek wisata sehingga dibebaskan dari aktivitas hari para masyarakat sehingga untuk menjaga dan merawat bangunan bersejarah lebih mudah.

Baca Juga: Jawa Timur Memimpin dengan Lahan Seluas 184,2 Hektar: Inilah 6 Daerah Penghasil Tebu Terbesar di Indonesia! 

Salah satu bangunan bersejarah yang berada di Pontianak Kalimantan Barat yang sampai saat ini masih kokoh berdiri adalah bangunan sekolah.

Tentu para masyarakat yang berada di Pontianak sendiri tidak akan merasa asing dengan bangunna peninggalan belanda yang satu ini.

Infrastruktur ini adalah sebuah bangunan sekolah dengan tingkatan dasar atau bisa disebut dengan nama Sekolah Dasar.

Baca Juga: 6 Jam dari Palembang, The Hidden Paradise of Sumatera Selatan dengan View Eksotis Ternyata Ada di Pulau Ini 

Dulunya bangunan sekolah ini memiliki nama HIS yang memiliki kepnajangan Hollandsch Inlandsche School, tentu pemerintah kolonial belanda saat itu memiliki tujuan dari pembangunan sekolah ini.

Tujuan dari pembangunan sekolah HIS adalah untuk mengadakan sebuah pembelajaran pendidikan volkschool

Bangunann sekolah tersebut diidrikan pada tahun 1928 bahkan menjadi bangunan Sekolah tertua yang ada di Pontianak Kalimantan Barat.

Baca Juga: Gelontorkan Dana Triliunan, Rancangan Pembangunan Jembatan di Kalimantan Barat Ini Memiliki Desain Mewah 

Awalnya sekolah tersebut hanya digunakan oleh anak-anak Belanda saja tetapi pada tahun 1928 pemerintah hindia belanda memperbolehkan bagi anak-anak pribumi yang ini bersekolah dipersilahkan. 

Tentunya tidak semudah itu bagi anak-anak pribumi untuk mengenyam pendidikan di HIS karena hanya anak pejabat tinggi saja yang diperbolehkan untuk duduk dan mendapatkan ilmu ketika bersekolah.

Untuk rakyat biasa tidak diperkenankan untuk mengenyam pendidikan di HIS, saat ini bangunan sekolah bersejarah tersebut memiliki nama SD Negeri 14.

Diketahui bahwa status bangunanna sekolah bersejarah ini dijadikan sebagai cagar budaya, karena bangunan sekolah ini terbuat dari kayu yang kokoh.

Hingga saat ini tetapi berdiri kokoh, sekolah peninggalan kolonial belanda ini menggunakan kayu ulin yang memiliki bentuk persegi panjang.

Bangunan sekolah ini memiliki desain arsitektur antara penggabungan kolonial belanda dengan tradisional melayu.***

Rekomendasi