Berdiri Sejak 1905, Pabrik Gula di Jawa Timur Ini Sempat Kesulitan Memperluas Lahan Tebu, Apa Masalahnya?

inNalar.com – Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa yang sektor industrinya bisa dibilang cukup maju.

Wilayah Jawa Timur sendiri terdapat puluhan hingga ratusan pabrik mulai dari pabrik tekstil, pabrik minuman, hingga pabrik gula.

Kali ini, tim inNalar.com akan mengulik lebih mendalam mengenai pabrik gula Kebon Agung di Jawa Timur dan salah satu rintangannya atas lahan tebu.

Baca Juga: Klaim Berkapasitas Setengah Juta Penduduk RI, Ini Mega Proyek Stadion untuk Sambut Piala Dunia 2034

Pabrik Gula ini merupakan salah satu pabrik gula terbesar di Provinsi Jawa Timur.

Salah satu yang terbesar di Jawa Timur, pabrik gula ini dikenal dengan nama Pabrik Gula Kebon Agung.

Secara administratif, Pabrik Gula Kebon Agung ini berlokasi di Jl. Raya Kebonagung, Sonosari, Kebonagung, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: Hidup Tanpa Teknologi dan Listrik, Kampung Adat di Jawa Barat Ini 1 Rumah Tidak Boleh 2 KK, Kenapa?

Dilansir inNalar.com dari ptkebonagung.com, Pabrik Gula Kebon Agung didirikan oleh pengusaha Tionghoa bernama Tan Tjwan Bie.

Tan Tjwan Bie mendirikan Pabrik Gula Kebon Agung pada tahun 1905 di desa Kebon Agung.

Pada awal pendiriannya, Pabrik Gula Kebon Agung hanya berkapasitas 500 ton tebu per hari.

Baca Juga: Hampir 100 Tahun Dikuasai Chevron, Blok Minyak Terbesar di Riau Ini Sekarang Diambil Alih Pertamina

Sekarang, kapasitas Pabrik Gula Kebon Agung ini bisa mencapai 6.000 ton perhari.

Selain itu, dari pemerintah pusat sendiri menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada gula nasional pada tahun 2025.

Maka dari itu, beberapa pabrik gula di Indonesia didorong untuk menambah jumlah produksi gula.

Baca Juga: Makam Kuno Bermunculan Saat Bendungan Seluas 9 Ribu Ha di Semarang Ini Mengering, Kok Bisa?

Hal tersebut juga berlaku pada Pabrik Gula Kebon Agung untuk menambah jumlah produksi.

Upaya pertama yang dilakukan Pabrik Gula Kebon Agung untuk bisa menambah jumlah produksi adalah melakukan perluasan lahan.

Namun, untuk melakukan perluasan lahan tebu bahkan 1.000 hektar per tahun saja tidak lah mudah.

Baca Juga: Cek Fakta! Indonesia Masuk 5 Besar Kasus Bullying Tertinggi di Dunia Menurut Survey PISA, Benarkah?

Pabrik Gula Kebon Agung sempat merasa kesulitan dalam melakukan perluasan lahan tebu.

Penyebabnya adalah masalah geografi serta laju perkembangan industri lainnya yang sangat pesat.***

 

Rekomendasi