Berdiri sejak 1890-an, Masjid Tertua di Balikpapan Ini Ternyata Pernah Dijatuhi Bom, Tapi…

inNalar.com – Balikpapan merupakan kota terbesar kedua di Kalimantan Timur dimana terdapat banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Salah satu destinasi di Balikpapan ini berupa wisata religi.

Dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Masjid Jami Al Ula.

Baca Juga: Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) di Palembang Sumatera Selatan Senilai Rp1,32 Triliun Ini Terapkan 3 Jenis Teknologi, Apa Saja?

Lokasinya berada di Jalan Letjen. Soeprapto, Balikpapan, tepatnya di kawasan Kampung Baru.

Masjid tertua di Balikpapan ini diperkirakan telah berdiri pada tahun 1890-an.

Dilansir inNalar.com dari disporapar.balikpapan.go.id, Awalnya, Masjid ini adalah sebuah musala di masa penjajahan Belanda.

Baca Juga: Ikat Dana Rp1,32 Triliun, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD-T) di Palembang Sumatera Selatan Ini Hasil Kolaborasi RI – Australia

Selain itu, pada saat tempat ibadah ini masih musala, dinding dan lantainya masih menggunakan papan kayu beratap sirap.

Kemudian, masjid ini dibangun oleh para saudagar yang berlabuh di kawasan Kampung Baru.

Anehnya, masjid Jami Al Ula kerap kali dihantam oleh berbagai bencana.

Baca Juga: Luas Terminal 770 M2, Bandara Terluar Kepulauan Riau Ini Ada di Perbatasan Singapura dan Malaysia, Bakal Mampu Didarati Pesawat Berbadan Besar

Namun, berulang kali pula masjid ini selamat dari bencana dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Salah satu kejadian yang paling mengejutkan mengenai masjid ini adalah pada saat Perang Dunia II tahun 1941 hingga 1945.

Pada saat itu, pesawat Inggris yang mengincar basis pertahanan Jepang, menjatuhkan bom persis di sebelah bangunan Masjid Jami Al Ula.

Baca Juga: Gaet Emiten BUMN, Proyek Kota Vertikal Senilai Rp15 Triliun di Batam Kepulauan Riau Ini Mampu Rampungkan 4 Menara Hanya dalam 2 Tahun

Anehnya, bom yang dijatuhkan oleh pesawat Inggris tersebut tidak meledak.

Kemudian, pada tahun 1948, pernah terjadi kebakaran besar di Kampung Baru, namun lagi-lagi api tidak menjangkau bangunan masjid.

Telah berhasil melewati berbagai bencana, masjid ini menjadi saksi sejarah perkembangan sebuah daerah bernama Balikpapan.***

 

 

Rekomendasi