Berdiri sejak 1839, Masjid Tertua di Lampung Ini Bahan Bangunannya Menggunakan Campuran Telur Ayam?

inNalar.com – Terdapat sebuah masjid bersejarah sekaligus yang tertua di Provinsi Lampung.

Masjid tertua di Lampung itu dikenal oleh masyarakat dengan nama Masjid Jami Al-Anwar.

Lokasinya berada di jalan Malahayati, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Lampung.

Baca Juga: Nilai Investasinya Rp500 Miliar, Pabrik Pengolahan Gas di Jawa Tengah Ini Diharapkan Bisa Serap Tenaga Kerja Sekitar, Kapan Rampung?

Tempat ibadah ini telah berdiri sejak tahun 1839 atau berusia kurang lebih 180 tahun.

Bahkan, masjid tersebut telah ada sebelum letusan dahsyat gunung krakatau.

Awalnya, bangunan tersebut hanya berupa surau atau langgar kecil dan dibangun oleh lama pendatang dari Suku Bugis.

Baca Juga: Progres 27 Persen, Bendungan Seharga Rp1,47 Triliun di NTT Bisa Tingkatkan Produksi Beras 2,5 Kali Lipat, Kapan Rampung?

Bangunan tempat ibadah ini mengalami beberapa kali renovasi, terlebih seusai terkena letusan dahsyat Gunung Krakatau.

Dilansir inNalar.com dari antaranews.com, awal renovasi dilakukan lima tahun setelah Gunung Krakatau Meletus yakni sekitar tahun 1883.

Renovasi pertama tersebut dilakukan oleh para ulama dan masyarakat sekitar dan mendirikan masjid yang lebih permanen.

Baca Juga: Biaya Investasinya Rp24,6 Triliun, Proyek Tol Mangkrak Sepanjang 96,84 Km di Bali Kembali Jadi Dapat Atensi Publik, Kenapa?

Saat Gunung Krakatau meletus, surau tersebut rusak berat dan hanya menyisakan tiang-tiangnya.

Renovasi pertama tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan keenam tiang tersebut.

Jumlah 6 tiang pada masjid tersebut menggambarkan rukun iman yang berjumlah 6.

Baca Juga: Seret Progres 47 Tahun, Pengembangan Migas di Blok East Natuna Kepulauan Riau Masih Sepi Peminat Meski Simpan Sumber Daya 46 Tcf, Penyebabnya…

Uniknya, keenam tiang masjid yang direnovasi pada tahun 1888 tersebut dibuat bukan menggunakan semen.

Konon, tiang Masjid Jami Al-Anwar tersebut dibuat dengan menggunakan campuran telur dan kapur.

Setelah itu, pada tahun 1972 masjid ini kembali direnovasi dengan memperluas bangunan.

Baca Juga: Kuasai 4.071 Menara di Jawa Barat, Pendapatan Perusahaan Infrastruktur Telekomunikasi Digital Terbesar se-Asia Tenggara Ini Melonjak hingga…

Renovasi masjid ini dilakukan terakhir kali pada tahun 2015 sampai tahun 2016 dengan mengganti atap masjid dengan seng baja.***

Rekomendasi