

inNalar.com – Salah satu Proyek Strategis Nasional yang tidak banyak ditemui di daerah lain adalah proyek Techno Park.
Proyek Techno Park sendiri ternyata pertama kali dibangun di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan.
Melansir dari laman resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Prioritas, proyek techno park di Serpong memang telah direncanakan konstruksinya sejak tahun 2015 lalu.
Baca Juga: Jauh Berbeda dengan Soekarno, Ternyata Ini Alasan Soeharto Tidak Mau Kenakan Atribut Lengkap
Sedangkan, rencana tahap operasinya sendiri bakal dilakukan di tahun 2021 lalu.
Menilik tentang deskripsi proyeknya, pembangunan techno park di Serpong ternyata meliputi berbagai bangunan, bukan hanya satu saja.
Pertama, proyek strategis nasional techno park ini meliputi pembangunan kawasan zona bisnis teknologi.
Kawasan ini ternyata berupa bangunan Technology Business Incubation Center (TBIC) seluas 20 ribu meter persegi.
Kemudian, yang kedua adalah Indonesia Life Science Center (ILSC), yang dibangun seluas 10 ribu meter persegi.
Jika diakumulasikan, proyek yang menelan anggaran Rp200 miliar tersebut terletak di lahan seluas 460 hektare yang ada di Kawasan Puspitek.
Lalu, sebenarnya apa sih kegunaan dari Techno Park sendiri?
Techno park di Serpong, Tangerang Selatan disebut-sebut merupakan techno park raksasa di Indonesia.
Terbagi menjadi dua kawasan, yakni TBIC dan ILSC, bangunan-bangunan techno park ini juga memiliki fungsi yang berbeda-beda.
TBIC sendiri akan difungsikan untuk layanan inkubasi maupun layanan teknologi ke dunia industri.
Sedangkan ILSC sendiri dioperasikan untuk pengembangan vaksin merah putih yang telah diprogamkan sejak dulu.
Itulah informasi mengenai proyek techno park di Serpong, Tangerang Selatan yang difungsikan untuk inkubasi. ***