

inNalar.com – Konflik antara Israel-Palestina kian memanas setelah penyerangan tiba-tiba Hamas pada 7 Oktober 2023.
Amerika Serikat mulai turun tangan dengan mengirim bantuan kapal induk pada Israel untuk menyerang Palestina.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin menegaskan bahwa bantuan diberikan untuk pertahanan diri Israel atas konflik dengan Palestina.
Kapal induk yang dikirim oleh Amerika Serikat untuk Israel adalah USS Gerald R. Ford, kapal penjelajah USS Normandy, dan beberapa kapal perusak lain.
USS Gerald R. Ford merupakan salah satu kapal induk terbesar di dunia, terbaru, tercanggih dan bisa membawa sekitar 5000 pelaut juga pesawat tempur.
Austin juga mengatakan bahwa akan menambah pesawat tempur F-35, F-15, F-16, dan A-10 ke wilayah konflik.
Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga akan menyediakan peralatan dan sumber daya tambahan kepada IDF atau pasukan pertahanan Israel.
Peralatan tersebut termasuk aminusi dan bantuan keamanan juga mulai dikirimkan oleh Amerika Serikat dari tanggal 8 Oktober hingga beberapa hari ke depan.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan pada PM Israel, Benjamin Netanyahu bahwa akan ada bantuan tambahan untuk IDF yang akan dikirim.
Wakil Presiden, Kamala Harris juga sebelumnya telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Israel, Isaac Herzog terkait konflik yang sedang terjadi.
Dilansir dari AP News, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan untuk arahan dari Presiden Biden adalah memastikan bahwa AS menyediakan semua yang dibutuhkan untuk Israel.
Blinken juga mengatakan dalam wawancaranya tentang serangan Hamas yang mungkin dimotivasi untuk menggagalkan kesepakatan diplomatik antara Israel dan Arab Saudi.
Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa ia yakin Israel kini berada di puncak perdamaian dengan Arab Saudi.
Hal tersebut juga meyakinkan Netanyahu bahwa langkah perdamaian kedua negara tersebut dapat membentuk kembali Timur Tengah.
Namun dilansir dari Reuters, Hamas mengatakan bahwa serangan didorong karena peningkatan serangan Israel terhadap warga Palestina di West Bank dan Jerusalem.
Arab Saudi sendiri telah lama menegaskan hak warga Palestina menjadi syarat untuk mengakui Israel, yang mana ditentang oleh banyak anggota koalisi keagamaan nasionalis Netanyahu.
Dewan Keamanan PBB telah melakukan sesi darurat untuk membahas konflik Israel-Palestina namun gagal mencapai kebulatan suara.
Mendukung Israel, Amerika Serikat meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengecam Hamas, namun para diplomat mengatakan bahwa ada fokus yang lebih luas daripada mengutuk kelompok bersenjata Palestina.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi