

inNalar.com – Jembatan Kalikuto saat ini menjadi ikon baru dari Jalan Tol Semarang – Batang.
Jembatan Tol Kalikuto tercatat sebagai jembatan pertama yang strukturnya dirakit langsung di lokasi.
Jembatan Tol Kalikuto sendiri menghubungkan dua kabupaten di Jawa Tengah yaitu Batang dan Kendal.
Baca Juga: Tewaskan Satu Orang! HRD Pabrik Tisu PT Sun Paper Mojokerto Ungkap Insiden Kebakaran dan Penyebabnya
Bangunan ini memiliki panjang hingga 100 meter serta mempunyai dua jembatan di sampingnya.
Sedangkan untuk tinggi pelengkung bentang utama mencapai 30 meter.Proyek tersebut sudah rampung dibangun serta beroperasi sejak 2019 lalu.
Adapun ciri khasnya yaitu pelengkung jembatan yang berwarna merah terang. Jalan Tol Semarang – Batang sendiri memiliki panjang sekitar 75 km.
Pembangunan jalan tol yang diselipkan jembatan ini menelan biaya investasi sekitar Rp 11,5 triliun.
Adapun kecepatan ruas jalannya bisa mencapai 100 km/jam.
Jadi Ikon Tol Trans Jawa yang Sempurna
Jembatan Kalikuto menjadi ikon yang menarik perhatian di Jalan Tol Semarang – Batang. Yakni salah satu jaringan Jalan Tol Trans Jawa di Jawa Tengah.
Terdapat material baja berwarna merah di bagian pelengkung jembatannya.
Tidak hanya itu, pemandangan di sekitarnya juga sangat indah berupa area persawahan yang membentang hijau.
Pelengkung jembatan merah tersebut juga terlihat sangat megah dan estetik di tengah-tengah panorama alam.
Tidak heran jika setelah dibangun, area ini disebut sebagai ikonnya Jalan Tol Trans Jawa.
Jembatan Pertama yang Strukturnya Dirakit di Lokasi Pemasangan
Dilansir dari laman Kementerian PUPR, Jembatan Tol Kalikuto menjadi jembatan pertama di tanah air dimana strukturnya dirakit secara langsung di tempat.
Proses pembangunannya sendiri cukup mirip dengan Jembatan Youtefa di Papua.
Tentu saja bangunan ini tidak hanya dirancang secara kokoh. Akan tetapi juga artistik dan estetik.
Untuk pemasangan jembatannya dilakukan dengan bertahap mulai dari segmen 1 sampai segmen 12.
Jembatan tersebut termasuk salah satu area yang melintasi Jalan Tol Trans Jawa. Tepatnya tersambung dari Merak sampai Probolinggo.
Jembatan ini dibangun memakai metode “Lowering System” sehingga tidak akan mengganggu sungai karena tidak memiliki pondasi di bagian bawahnya.
Dengan metode tersebut, proses pengerjaannya juga dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Jembatan Tol Kalikuto Berbobot hingga 2.400 Ton
Kehadiran jembatan ini tidak hanya menjadi ikon dari daerah setempat. Akan tetapi juga dibangun sebagai contoh struktur dari jembatan lain.
Bangunan ini sendiri mempunyai bobot hingga 2.400 ton memakai material baja.
Proses perakitan material tersebut dilakukan di tiga tempat berbeda. Yaitu Tangerang, Serang, serta Pasuruan.
Jembatan tersebut mempunyai enam jalur, yakni masing-masing tiga jalur di bagian kanan dan kirinya.
Kemudian pada bagian pinggirnya diberi tali penyangga memakai kawat besar sehingga strukturnya semakin kuat.***