

inNalar.com – Tahukah bahwa ada jalan terindah di pelosok gerbang utara Indonesia? Letaknya berada di salah satu gugusan Kepulauan Riau.
Jalan berpanorama indah ini diketahui baru saja dibangun di tepian Selat Lampa yang ada di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.
Usai jalur beraspal tersebut hadir dan dapat dilalui kendaraan, masyarakat seketika terpukau dengan pesona keindahnya.
Keindahannya tidak menghilang di sepanjang jalan Selat Lampa yang menembus hingga Simpang Sekunyam, Kabupaten Natuna.
Pemandangan tropis khas Kepulauan Riau akan terus menemani para pelintas di sepanjang jalan lingkar ini.
Posisi jalur sepanjang 14,98 kilometer ini berada di pinggiran tebing bukit putih menghadap lautan biru kristal.
Awal mula pembangunannya adalah agar akses menuju kawasan industri dan wisata bahari menjadi lebih mudah.
Jalur terindah di gerbang utara Indonesia ini juga dibangun untuk mempermudah akses distribusi hasil pertanian warga setempat.
Keindahan panorama khas Kepulauan Riau ini bisa jadi jalan mudik paling nyaman dan auto bikin bahagia para pelintasnya.
Pasalnya, di sepanjang jalan baru Natuna ini kita juga akan diperlihatkan satu pemandangan dari gundukan pulau raksasa di seberang daratan.
Tidak hanya satu, melainkan akan ada banyak deretan kepulauan yang bisa dilihat dari seberang pulau.
Keelokan panoramanya semakin tidak tertandingi manakala sinar matahari merekah siang hari.
Kemudian cahaya sinarnya memantul hingga warna lautan seolah menjadi hijau kebiruan kristal.
Sementara pada sisi lainnya, jalan di tepian Selat Lampa ini juga melintasi tebing tinggi berbatu putih.
Mengejutkannya, keindahan infrastruktur daratan bertajuk pemandangan tropikal ini menelan anggaran pembangunan hingga Rp84 triliun.
Bukan tidak mungkin mudik tahun ini sekalian menjelajah perjalanan eksotis di jalur tepian Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau.
Dengan beragam lanskap alam memukaunya dan suasana segar angin laut bakal menghilangkan rasa lelah para pelintasnya.
Pada sebagian jalurnya, panorama indah di sepanjang jalannya dimulai dengan menyusuri pepohonan lebat di pinggiran lautnya.
Sudah banyak tanda marka jalan yang telah ditancap berjarak di sepanjang jalur tersebut.
Perlu kehati-hatian ekstra karena banyak sudut jalur berkelok yang butuh konsentrasi para pengendaranya.
Pasalnya sebagian jalurnya tidak seluruhnya terdapat pagar pembatas di tepian jalannya.
Pagar pembatas jalan di sepanjang jalur eksotis ini baru terlihat di daerah tikungan dan wilayah dekat perkotaan.
Meski para pelintas ingin sekali mengabadikan pemandangan indah di sepanjang jalan, disarankan agar tetap bijak dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.***