Berada di Daerah Rawan Banjir, Jembatan Belanda Berusia 81 Tahun di Bandar Lampung Ini Masih Berdiri Kokoh

inNalar.com – Infrastruktur jembatan di Kota Bandar Lampung yang satu ini sungguh menakjubkan.

Meski secara fisik, jembatan penghubung dua Kecamatan di Bandar Lampung ini terlihat seperti bangunan infrastruktur yang sudah tua.

Namun siapa yang menyangka bahwa terlihat tuanya jembatan di Kecamatan Teluk Betung ini berlokasi di wilayah rawan banjir.

Baca Juga: Geger! Nadiem Makarim Bikin Skripsi Kini Tidak Lagi Wajib Bagi Mahasiswa! Netizen Tuai Pro dan Kontra

Diketahui jembatan tersebut telah memasuki usia 81 tahun, artinya dibangun sejak tahun 1942.

Jembatan tua ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda yang kala itu masih menduduki Provinsi Lampung.

Pada usia infrastruktur peninggalan Belanda yang sudah sepuh ini, sangat menakjubkan ketika kita masih bisa melihatnya berdiri kokoh sejak awal pembangunannya.

Baca Juga: One Piece Live Action Siap Tayang, Yuk Intip Siapa Saja Pemerannya, Ada yang Dipilih Langsung oleh Oda Loh!

Padahal, jembatan ini pun berada di wilayah dengan potensi resiko arus sungai yang terkadang meluap.

Adapun infrastruktur legendaris ini terbuat dari bahan beton, sehingga banyak yang menyebutnya dengan Jembatan Beton Belanda atau Jembatan Beton Teluk Betung.

Sebagaimana julukannya, Jembatan Teluk Betung ini berbahan dasar beton, sehingga cukup tahan untuk menahan badan dari terjangan arus banjir.

Baca Juga: Bikin Nagih! Ini 5 Tempat Makan Rekomended yang Paling Ramai di Medan, Dijamin Murah dan Enak

Terpeliharanya infrastruktur peninggalan Belanda yang satu ini menjadi salah satu penanda keberadaan kolonialis di tanah Lampung.

Jembatan Beton Belanda ini terbilang tidak lebar, karena hanya muat digunakan satu mobil searah dan ruang sisanya untuk satu motor.

Itu pun pengendara yang melintas antara mobil dan motor dari arah yang berlawanan harus berhati-hati sebab ruang sisanya tidak begitu lebar.

Terdapat penjaga Jembatan Beton Belanda yang memantau secara bergantian agar tidak terjadi kecelakan dari dua arah yang berlawanan, mengingat lebar jalurnya hanya cukup untuk satu arah.

Tidak mengherankan mengapa jembatan Belanda tersebut hanya cukup satu jalur, karena infrastruktur tersebut masih kokoh sejak tahun 1942 alias tidak ada perubahan.

Jembatan tua peninggalan Belanda ini berhasil menarik perhatian masyarakat, karena bentuknya melengkung ke atas seolah masih khas ala desain infrastruktur Eropa.

Adapun Jembatan Beton Belanda berada di Jalan Martadinata, tepatnya ada di Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.

Diketahui pula terdapat jembatan lainnya di Provinsi Lampung yang juga merupakan peninggalan kolonialis Belanda.

Infrastruktur peninggalan Belanda tersebut adalah Jembatan Kereta Api Garuntang yang juga masih kokoh sejak 1914.***

Rekomendasi