

inNalar.com – Bendungan Sutami Karangkates Jawa Timur merupakan salah satu bendungan di Indonesia yang dibangun pada masa kolonial Jepang.
Dibangun mulai bulan Mei 1962, bendungan Sutami Karangkates Jawa Timur tersebur mulai dioperasikan pada bulan Desember 1973.
Biaya kontruksi dari pembangunan bendungan Sutami Karangkates Jawa Timur tersebut dulunya sebesar ¥ 25,868 milyar.
Bendungan Sutami Karangkates, Jawa Timur dibangun guna membendung aliran air di sungai Brantas.
Dengan tinggi sekitar 100 meter, dan panjangnya 750 meter, bendungan Sutami Karangkates Jawa Timur tersebut mampu menampung air dengan volume sebesar
6.020.000 meter³.
Tujuan pembangunan bendungan Sutami Karangkates di Jawa Timur tersebut dulunya sebagai pengendali banjir di aliran sungai Brantas.
Baca Juga: Termegah dan Terbaik se-Jawa Barat, 5 Stadion di Jabar Ini Pernah Masuk Nominasi Kelas Dunia
Proyek tersebut mulai dijalankan setelah menyelesaikan pembangunan Terowongan Neyama di Tulungagung.
Karena kabarnya proyek pembangunan bendungan Sutami Karangkates Jawa Timur merupakan milik Jepang, jadi semua tanggung jawab saat itu berada di Jepang.
Hanya sedikit orang Indonesia yang ikut campur dalam misi proyek tersebut.
Baca Juga: Berikut 5 Daerah Terpanas di Jawa Barat, Ada yang Suhunya Capai 40 Derajat Celcius?
Namun, meskipun begitu dalam proyek pembangunan bendungan Sutami Karangkates Jawa Timur tersebut banyak pekerja proyek dari Indonesia yang ikut andil.
Salah satunya yaitu seorang warga di Kalipare Jawa Timur yang mengaku bahwa dirinya bekerja dengan pemerintah Jepang untuk membangun bendungan Sutami tersebut.
Dalam laman YouTube @Tamadt_Ugick_199, Suyud mengaku bahwa dirinya digaji oleh Jepang sebanyak Rp 3.500 per minggunya.
Walaupun begitu, para pekerja harus mengikuti tes kelayakan terlebih dahulu sebelum dinyatakan lolos untuk bekerja.
Pembangunan Bendungan Sutami di Jawa Timur meliputi pembangunan terowongan pengelak, bendungan pembantu dan bendungan utama.
Selain itu di Bendungan Sutami Karangkates Jawa Timur juga dibangun sebuah saluran pelimpah, PLTA, terowongan headrace, tangki pendatar air, dan pintu masuk dan keluar air dari PLTA.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi