Bendungan Karian Banten: Bendungan Terbesar ke-3 di Indonesia yang Menghabiskan Dana Rp1,3 Triliun

inNalar.com – Bendungan Karian Banten adalah bendungan terbesar ke-3 di Indonesia yang terletak di Provinsi Banten.

Lokasi tepatnya berada di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Bendungan ini dibangun dengan tujuan untuk mengaliri air baku ke Banten dan Jakarta.

Baca Juga: PLTA Kayan, Proyek 26 Triliun yang akan Tenggelamkan Desa Tertinggal Tanpa Listrik di Kalimantan Utara

Pembangunan Bendungan Karian Banten dimulai pada tahun 2013 dan diresmikan pada tahun 2020.

Namun, pembangunan ini menghabiskan dana yang terbilang cukup besar yakni sebesar 1,3 triliun rupiah.

Kapasitas tampung udara 2,7 miliar meter kubik dengan tinggi bendungan 105 meter.

Baca Juga: Berlanjut Menuju Jalan Off-Road Lampung, Perbaikan Ruas Jalan di Kabupaten Mesuji Timur Sudah Masuk Tahap Apa?

Panjang bendungan 1.200 meter dan lebar Bendungan Karian ini sekitar 20 meter.

Manfaat Bendungan Karian Banten

1. Mengaliri air baku ke Banten dan Jakarta.

2. Menyediakan air irigasi untuk pertanian di sekitar bendungan.

Baca Juga: Dibintangi oleh Jet Li, Inilah 7 Daftar Aktor yang Bermain di Film Romeo Must Die, Siapa Saja Mereka?

3. Menjaga ketersediaan udara di musim kemarau.

4. Kontroversi Pembangunan Bendungan Karian Banten.

Meskipun Bendungan Karian Banten memiliki manfaat yang besar, pembangunan bendungan ini juga menimbulkan kontroversi. Beberapa masalah yang muncul antara lain:

1. Penggusuran lahan dan rumah warga sekitar bendungan.

2. Kerusakan lingkungan akibat pembangunan bendungan.

3. Penggunaan dana yang terlalu besar untuk pembangunan terhambat.

Bendungan Karian Banten adalah bendungan terbesar ke-3 di Indonesia yang dibangun dengan tujuan mengaliri air baku ke Banten dan Jakarta.

Meskipun bendungan pembangunan ini menghabiskan dana sebesar 1,3 triliun, bendungan ini memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar.

Namun pembangunan ini juga menimbulkan kontroversi terkait penggusuran lahan dan rumah warga sekitar bendungan, kerusakan lingkungan, dan penggunaan dana yang terlalu besar.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]