

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) targetkan pembangunan Bendungan Jragung rampung pada 2024.
Bendungan Jragung ini memiliki kapasitas 90 juta m3, mempunyai manfaat utama yaitu sebagai sumber air baku bagi wilayah Kota Semarang dengan besaran 500 liter per detik, Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan 250 liter per detik.
Selain itu bendungan ini akan menyuplai air di daerah irigasi dengan luas 4.528 hektar yang terletak di Kabupaten Semarang.
Diketahui Penandatangan Bendungan Jragung ini ditandatangani pada akhir tahun 2020 dan mulai pembangunan konstruksi pada pertengahan tahun 2021 setelah adanya proses penyiapan lahan.
Untuk saat ini progres yang telah dicapai secara keseluruhan yaitu sekitar 30 persen dan diperkirakan akan rampung pada 2024.
Adapun nilai investasi yang dikerahkan untuk Proyek Pembangunan Bendungan Jragung ini yaitu sebesar Rp2,3 triliun.
Metode yang digunakan dalam pengerjaan konstruksi pembangunan Bendungan Jragung ini dilaksanakan secara paralel yaitu tanpa menunggu penyelesaian yang satu untuk memulai pengerjaan lainnya.
Hal ini dilakukan untuk dapat mempercepat pembangunan Bendungan ini.
Dalam percepatan pembangunan tak lupa pula Menteri Basuki mengingatkan pada para pekerja untuk tetap memperhatikan kualitas dalam teknis, estetika serta keberlanjutan lingkungannya.
Diketahui pembangunan Bendungan Jragung ini terdiri dari 3 paket diantaranya, paket 1 dan 2 merupakan pekerjaan galian dan timbunan main dam.
Setelah itu terdapat paket 3 yaitu pekerjaan jalan akses, bangunan pelimpah, pengelak sungai, serta pekerjaan lainnya seperti bangunan fasilitas umum (fasum) dan juga relokasi Sutet 500 kv.
Paket 1 dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. senilai Rp806,3 miliar dengan progres fisik telah mencapai 18,12 persen.
Paket 2 dikerjakan oleh Wijaya Karya-PT BRP (KSO) senilai Rp758 miliar dengan progres fisik telah mencapai 28,07 persen.
Paket 3 dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya-PT Pelita Nusa Perkasa (KSO) senilai Rp735,9 miliar dengan progres fisik telah mencapai 45,06 persen.
Menteri Basuki menyampaikan, meski pengerjaan pembangunan Bendungan Jragung ini mempunyai 3 paket namun diharapkan untuk tetap harus bekerja sama dalam satu tim, sehingga dapat diselesaikan dalam tepat waktu.
Adapun nantinya di dekat jalan masuk terdekat dari Bendungan Jragung ini akan dibuat spot botanical garden yang terbuka
Hal ini untuk dapat melibatkan masyarakat sekitar dalam penanaman pohon buah di area hijau bendungan sehingga warga sekitar akan mendapat manfaat lainnya dari adanya Bendungan Jragung ini.***