Benarkah Madu Lebih Baik daripada Gula untuk Pasien Diabetes? Begini Kata dr Zaidul Akbar

inNalar.com – Dalam rangka mengendalikan asupan kadar gula dalam tubuh, biasanya para penderita diabetes melitus mencari beragam pengganti gula pasir yang biasa dikonsumsi.

Mengenai hal ini, dr Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa pada dasarnya Islam telah memberikan solusinya, salah satunya madu.

dr Zaidul Akbar mengungkap bahwa Allah telah menyebutkan dalam firman QS An Nahl ayat 68 – 69 tentang khasiat madu.

Baca Juga: YoonA SNSD dan Junho 2PM Dikabarkan Pacaran, Rumor atau Fakta? Begini Klarifikasinya

Menurut dr Zaidul Akbar, madu bisa menjadi pengganti gula pasir untuk para penderita diabetes melitus maupun mereka yang ingin menjaga asupan kadar gula darah dalam tubuh mereka.

Pasalnya, melalui firman Allah dalam QS An Nahl ayat 68 – 69, Allah telah menjanjikan bahwa di dalam madu terdapat obat yang menyembuhkan manusia, demikian penjelasan yang diungkapkan oleh dr Zaidul Akbar.

Lebih lanjut, diungkapkan pula bahwa dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa kesembuhan pada manusia itu ada tiga.

Baca Juga: 12 Tahun Terkena Diabetes Melitus, Pasien Ini Mendadak Sembuh Usai Lakoni Pola Hidup Mudah Berikut

Pertama mengkonsumsi madu, kedua berbekam, dan ketiga adalah pengobatan dengan kay.

dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa dengan adanya penegasan pada ayat al quran dan hadits Nabi, maka tentu madu merupakan obat alami yang telah Allah janjikan bagi manusia.

Kandungan madu tak hanya gula saja, dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa di dalam gula pengganti tersebut terdapat 20 jenis asam amino yang Allah masukkan ke dalam madu.

Baca Juga: Viral 6 Anggota Polisi Gagal di Ujian SIM C, Kapolri Pertimbangkan Untuk Ubah Tes: Jadi Lebih Mudah?

Asam amino dalam madu ini berfungsi sebagai bahan baku pembangun gen yang bermanfaat bagi para penderita diabetes melitus. “Tapi kalau sudah dalam konteks, misalkan, orang itu kena penyakit yang memang gulanya tinggi segala macam, ya kita cari jalan tengahnya,” kata dr Zaidul Akbar.

Menurut dr Zaidul Akbar, kandungan madu dinilai lebih baik daripada gula pasir. Pasalnya, obat alami yang satu ini memiliki berbagai kandungan vitamin, mineral, asam amino, serta enzim yang berguna bagi penderita diabetes melitus.

Meski begitu, dr Zaidul Akbar tetap menyarankan untuk para penderita diabetes melitus tetap mengontrol takaran madu, karena di dalam kandungannya tetap terdapat glukosa yang jika tidak dikontrol porsinya akan meningkatkan gula darah dalam tubuh.

Adapun dalam penelitian medis madu juga dinilai efektif sebagai gula pengganti bagi penderita diabetes melitus. Namun, dengan beberapa catatan khusus.

Pada sebuah penelitian yang berjudul “Madu dan Diabetes: Pentingnya Gula Sederhana Alami dalam Diet untuk Mencegah dan Mengobati Berbagai Jenis Diabetes” yang dilakukan oleh para peneliti Romania yang bernama Otilia Bobis, Daniel S. Dezmirean, dan Adela Ramona Moise.

Disimpulkan bahwa benar adanya bahwa madu bisa digunakan sebagai agen antidiabetes yang berpotensi mengurangi komplikasi diabetes melitus.

Namun, dosis konsumsi madu bagi para penderita diabetes melitus perlu ditetapkan lebih lanjut.

Dengan demikian, hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh dr Zaidul Akbar bahwa konsumsi madu memang lebih baik daripada gula pasir, tetapi para pasien diabetes tetap perlu mengatur takaran konsumsinya.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]