

inNalar.com – Pemerintah Kalimantan Utara memiliki wacana untuk membangun pusat pelatihan keolahragaan.
Pembangunan tersebut didasari atas perhatian pemerintah terhadap dunia olahraga di provinsi yang baru berdiri selama kurang lebih 10 tahun tersebut.
Namun, pembangunan Dome Sport Centre baru menjadi pertanyaan mengingat lokasi Tanjung Selor juga sudah memiliki DSC yang masih belum dikelola dengan baik.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, pembangunan prasarana keolahragaan ini menjadi tanggung jawab Dispora Kalimantan Utara.
Diketahui, Dome Sport Centre akan berdiri di atas lahan seluas 22,5 hektar yang dilengkapi dengan sarana olahraga lainnya.
Setelah melakukan survey lokasi, pemerintah berencana untuk membangun Dome Sport Centre baru di Desa Gunung Seriang, Tanjung Selor.
Lokasi tersebut diketahui strategis karena dekat dengan pembangunan rumah Gubernur Kalimantan Utara.
Selain itu, DSS baru akan terintegrasi dengan kawasan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Utara.
Usulan ini direncanakan akan dibangun dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 35 miliar berasal dari APBD Kaltara.
Akan tetapi, bila dokumen perencanaan pembangunan sudah selesai dibuat maka anggaran dapat diajukan melalui APBN.
Sayangnya, rancangan desain pembangunan masih belum bisa dilakukan karena pemerintah Kalimantan Utara baru saja melakukan pematangan lahan.
Namun, pemerintah sudah berwacana untuk memiliki sarana dan prasarana keolahragaan yang dapat dimanfaatkan untuk warga Tanjung Selor.
Hal tersebut dilakukan karena banyak sekali atlet Tanjung Selor yang selalu berlatih di luar daerah meski sudah menjadi ibukota.
Mengingat Tanjung Selor memiliki banyak lahan yang cocok untuk digunakan, maka pemerintah berinisiatif untuk membangun sport center.
Pembangunan ini cukup menjadi pertanyaan karena sebelumnya Tanjung Selor juga memiliki Dome Sport Centre yang kerap digunakan untuk turnamen basket.
DSC lama yang rampung sejak tahun 2016 masih sepi peminat dan pemerintah belum menaruh perhatian untuk mengelolanya dengan baik.
Padahal, DSC lama itu sudah tergolong menjadi yang termegah di Kalimantan Utara mengingat dapat menampung 2.500 penonton.
Pembangunan DSC baru di Tanjung Selor akan menyaingi keberadaan bangunan lama dan diharapkan dapat lebih memaksimalkan fungsinya.***