

inNalar.com – Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang mineral, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), akan menggarap tambang baru di Banyuwangi, Jawa Timur.
Lokasi daripada tambang baru ini berada di tempat yang sama, yakni di Tambang Tujuh Bukit, tempat pertambangan emas milik PT Merdeka Copper Gold Tbk dilakukan.
Sebagai catatan, perusahaan yang bergerak di bidang logam mulia ini akan berhenti produksi logam mulia pada tahun 2026 mendatang.
Setelah produksi logam mulia mereka berhenti, perusahaan ini akan beralih fokus ke pertambangan mineral lain yang berada di pertambangan bawah tanah di Tujuh Bukit.
Untuk dapat mengembangkan pertambangan tembaga tersebut, perusahaan ini akan membutuhkan dana sekitar Rp1,1 miliar atau setara dengan Rp16,5 triliun. (kurs USD1 = Rp15.000)
Namun, meski memiliki proyek dengan nilai super fantastis, perusahaan ini justru mencatatkan keuntungan minus pada kuartal III/2023 atau September 2023.
Dilansir dari laporan keuangan yang dibagikan kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia, per September 2023 lalu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memperoleh pendapatan sebesar USD1,17 miliar atau setara dengan Rp18,14 triliun.
Dibandingkan dengan penghasilan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, perusahaan ini mencatat kenaikan sebesar 86,92% dari USD626,017 juta.
Akan tetapi, pertambahan pendapatan ini juga sejalan dengan kenaikan beban poko pendapatan.
Di tahun 2022, beban pokok penghasilan ini berada di kisaran USD481,913 juta. Namun, per September 2023, beban pokok naik menjadi USD1,051 miliar.
Dari perhitungan pendapatan dan beban pokok pendapatan tersebut, sisa atau laba kotor yang diperoleh oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) justru memiliki perbedaan yang tidak sedikit.
Laba kotor per September 2022 berada di kisaran USD144,103 juta dan per September 2023 berada di angka USD118,606 juta.
Secara berurutan, perolehan keuntungan kotor dari dua periode tersebut adalah setara dengan Rp2,23 triliun dan Rp1,84 triliun.
Laba kotor tersebut kemudian masih dikurangi dengan biaya-biaya lainnya yang akhirnya menghasilkan laba bersih dengan nilai yang cukup mencengangkan.
Pasalnya, keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan per September 2023 mengalami penurunan yang sangat signifikan bahkan sampai berada di garis di bawah nol.
Sebelumnya, keuntungan bersih dari perusahaan yang akan mengelola mineral tembaga ini memiliki keuntungan bersih sebesar USD65,054 juta atau setara dengan Rp1,008 triliun per September 2022.
Namun, per September 2023, keuntungan perusahaan ini berada di angka minus USD2,18 juta atau sekitar Rp33,801 miliar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi