

inNalar.com – Pertandingan persahabatan antara Brazil dan Guinea yang akan digelar pada hari Minggu (18/6/2023) di RCDE Stadium, dekat kota Barcelona bukanlah sekedar pertandingan biasa.
Pertandingan itu merupakan bentuk protes terhadap rasisme di sepak bola yang menimpa salah satu bintang Brazil, Vinicius Jr.
Penyerang Real Madrid itu telah menjadi korban beberapa kasus ejekan rasis di La Liga musim ini.
Baca Juga: Akhirnya Setelah 78 Tahun, Belanda Resmi Mengakui Kedaulatan Republik Indonesia, Begini Kronologinya
Salah satunya terjadi saat melawan Valencia pada bulan Mei lalu, ketika seluruh stadion berteriak “monyet” ke arahnya.
Vinicius pun merasa murung setelah pertandingan itu dan harus dikirim keluar oleh wasit.
“Saya mendengar banyak orang bilang bahwa Spanyol adalah negara rasis. Saya tinggal di sini dan saya bisa bilang bahwa Spanyol bukan negara rasis, rasisme ada pada orang-orang yang rasis di dalamnya,” kata Vinicius.
Baca Juga: Dicibir Setelah Pamer Chat Dinner dengan Boss Besa, Inara Rusli tanggapi Manusia Bebas Berasumsi
Vinicius tidak sendirian dalam mengalami rasisme di sepak bola.
Rekan setimnya di Real Madrid dan Brazil, Rodrygo, juga mengaku pernah mengalami gestur rasis saat bermain di Brasil.
“Saya (juga) pernah mengalami hal (pelecehan berbau rasisme) yang sama saat saya (dulu) masih bermain di (kota) Santos (Brazil). Ada orang yang melemparkan pisang ke arah saya dan itu sangat menyakitkan,” ungkap Rodrygo.
“Rasisme adalah hal yang tidak boleh ada di sepak bola atau di mana pun. Kami semua sama dan kami harus saling menghormati,” tambahnya.
Untuk itu, Vinicius dan Rodrygo berharap bahwa pertandingan melawan Guinea bisa menjadi demonstrasi besar, penting, dan diperlukan untuk menyebarkan pesan anti-rasisme ke seluruh dunia.
Mereka juga berharap bahwa tidak ada lagi insiden rasis di sepak bola.
“Itulah sebabnya pertandingan persahabatan ini akan menjadi demonstrasi besar, penting, dan diperlukan, dan kami senang menyebarkan pesan itu ke seluruh dunia,” tutup Vinicius.
Baca Juga: Komedo Hilang Dalam 10 Menit Dengan Pijatan Relaksasi di Wajah, Ini Titik-Titik yang Krusial
Selain Guinea, Brazil juga akan melawan Senegal di Lisbon pada hari Selasa (20/6/2023) sebagai bagian dari kampanye anti-rasisme yang diluncurkan oleh Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dengan slogan “Uma só pele” (“Satu kulit”).
Kampanye ini juga bertujuan untuk mendukung Vinicius atas kasus yang menimpanya di dataran Spanyol beberapa saat yang lalu.***(Dadang)