

inNalar.com – Sebuah lubang bekas peninggalan tentara Belanda yang terletak di Sumatera Barat ini dulunya dijadikan sebagai tempat berlindung.
Bahkana pembangunan lubang tentara Jepang di Sumatera Barat ini dibangun dengan cara sembunyi-sembunyi dan bersifat rahasia.
Sekarang tempat pertahanan tentara Jepang ini digunakan sebagai tempat wisata di Sumatera Barat.
Ditemukannya sebuah lubang rahasia bekas milik tentara Jepang ini pada tahun 1950, lubang bekas Peninggalan tentara Jepang ini beaerada di Bukittinggi.
Bangunan lubang Jepang di Sumatera Barat ini memiliki sebuah bentuk benteng pertahanan yang komplek untuk melindungi diri.
Tidak hanya unik dan menarik saat destinasi wisata lubang jepang ini juga dapat memberikan edukasi dan memiliki nilai sejarah.
Harga tiket masuk untuk melihat ke lubang Jepang di Sumatera Barat ini pengujung harus mengeluarkan nominal Rp 15.000 untuk membeli tiket masuk.
Tidak hanya itu pengunjung juga dapat menyewa pemandu yang nantinya akan dikenakan biaya tambahan.
Ribuan tenaga paksa dari berbagai daerah dikerahkan untuk pembangunan lubang kecuali Bukittinggi Sumatera Barat, hal tersebut untuk menghindari para pekerja yang melarikan diri.
Lubang bekas pertahanan tentara Jepang yang terletak di Sumatera Barat ini mampu menahan ledakan dari bom yang memiliki berat hingga mencapai 500 kg.
Sebuah lubang yang dulunya dijadikan sebagai pertahanan tersebut memiliki 21 lorong kecil yang terletak di dalamnya.
Baca Juga: Perusahaan Wisata Luar Angkasa Sukses Bawa 3 Penumpang dalam Perjalanan Pertamanya, Harga Tiketnya…
Lorongan-lorong kecil yang berada di dalam lubang tersebut digunakan sebagai tempat amunisi dan tempat pertemuan serta sebagai ruang pelarian.
Tidka hanya itu lorong kecil yang berada id dalam lubang pertahanan Jepang di Sumatera Barat ini juga terdapat ruangan khusus untuk penyergapan dan juga ruangan penjara tersedia di lubang tersebut.
Dilansir dari direktoratpariwisata.id lubang tersebut juga memiliki ruangan dapur yang digunakan untuk memasak kebutuhan makanan, lubang tersebut bersifat multifungsi.
Bahkan lubang yang dulunya dijadikan sebagai tempat pertahanan ini juga memiliki peristiwa yang tragis yaitu para tahanan yang dibuang langsung ke lubang air bawah tanah.***