Bekas Hutan Jati Seluas 4,8 Hektare di Jawa Timur Ini Disulap Jadi Tempat Parkir Terluas di Dunia, Bisa Tebak?

inNalar.com – Terdapat sebuah tempat parkir terluas di dunia yang berlokasi di Blitar, Jawa Timur.

Tempat parkir terluas di dunia itu tepatnya berada di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kota Blitar, Jawa Timur.

Sebanyak 1.200 truk bisa masuk di tempat parkir terluas di dunia yang ada di Blitar Jawa Timur itu.

Baca Juga: Miliki Nama Shiratal Mustaqim, Jembatan Gantung di Ponorogo, Jawa Timur Ini Bikin Orang yang Lewat Auto Tobat?

Bahkan menariknya, tempat parkir terluas di dunia itu semula adalah hutan jati yang rimbun.

Dikutip dari berbagai sumber, tempat parkir terluas di dunia itu digunakan oleh ribuan truk tebu yang ingin masuk ke pabrik gula PT Rejoso Manis Indo.

Hutan jati yang semula sangat rimbun diubah menjadi tempat parkir dengan luas mencapai 4,8 hektare.

Baca Juga: Sawah 125 Hektar di Banten Dijadikan Kompleks Makam Mewah dengan Konsep Open Garden, Lokasinya di…

Lahan tersebut dimiliki oleh Perhutani sebagai BUMN pengelola kawasan hutan di Indonesia.

Saking luasnya, tempat parkir terluas di dunia itu berada di dua dusun, yakni Dusun Jajagan, Desa Jugo dan Dusun Brongkos, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben.

Pembuatan tempat parkir terluas yang ada di Jawa Timur itu dikarenakan ketika musim giling tebu banyak truk yang antre di jalan.

Baca Juga: 1,6 KM dari Stasiun Serpong, Makam Keramat Ini Menjadi Jejak Penyebaran Islam di Banten

Sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya dan akhirnya dipinah ke lahan parkir seluas 4,8 hektare tersebut.

Namun sayangnya antara pihak Perhutani dan PT Rejoso Manis Indo (RMI) mengalami gesekan karena tidak mempunyai izin.

Sebagai pemilik lahan, Perhutani meminta pertanggung jawaban dari PT RMI karena sudah membabat hutan jati tanpa izin.

PT RMI berkilah jika sudah meminta izin kepada pusat, namun tidak dengan Perhutani Blitar.

Namun baru-baru ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menaikkan kelas jalan menuju pintu masuk pabrik.

Tujuannya lak lain agar mempermudah truk tebu untuk masuk ke pabrik dan tidak mengganggu pengguna jalan yang ada di desa tersebut.***

Rekomendasi