Beginilah Kehidupan Bangsa Arab Pra Islam, Alasan Disebut Sebagai Jahiliyah dan Asal Mula Suku Badui

inNalar.com- Arab sebenarnya merupakan wilayah pedalaman yang penduduknya merupakan bangsa Assyria dan sesudahnya disebut dengan A’rab, sedangkan pedalamanya disebut Arabae.

Wilayah yang dimaksud sebagai Jazirah Arab adalah daerah memanjang dari pedalaman Syam hingga ujung dekat sungai Eufrat di wilayah Syam.

Semenanjung Arab merupakan tanah kelahiran dari bangsa Semit, bangsa Arab masih satu rumpun dengan Assyria, Babylonia, Ibrani (Hebrew, Aramaic, dan Ethiophia atau Habsyah) karena kesamaan bahasanya.

Baca Juga: Ekspresi Doni Salmanan yang Cengengesan Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Ekspresi

Dalam menyebut bangsa Arab, orang-orang Yunani menyebutnya dengan sarcaenis, yang bermakna masyarakat yang tinggal di pedalaman Syam Tursina dan juga padang pasir yang terhubung ke Adom.

Dalam masyarakat Arab Jahiliyah banyak disebutkan nama-nama kabilah yang termuat dalam Taurat, literatur Yunani, Latin dan Prasasti Jahiliyah.

Masyarakat Arab pra Islam lekat dengan julukan masyarakat Jahiliyah. Mereka disebut masyarakat yang Jahiliyah karena memiliki peradaban yang terisolasi.

Tidak ada interaksi dengan dunia luar, buta huruf (ummi), menyembah berhala (paganisme), dan hidup berkelompok secara nomaden, mereka juga sombong, kurang pikir dan emosional.

Baca Juga: Rizky Febian Datang Bersama Kuasa Hukumnya untuk Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Terkait Kasus Doni Salmanan

Masyarakat Arab secara geografis dibedakan kedalam dua wilayah, yaitu wilayah selatan dan wilayah utara, pembedaan itu didasarkan pada karakteristik masyarakatnya.

Di wilayah Arab selatan, kerajaan pertama dalam masyarakat Arab Jahiliyah adalah kerajaan Nabasia.

Pada awal abad ke-6 SM, orang-orang Al-Anbat (Nabasiya) merupakan suku nomaden dari daerah Transyordan. Orang-orang Al-Anbat terlah menguasai kota metropolis Petra.

Setelah kerajaan Nabasiya, didirikanlah kerajaan Palmyra yang berada di tengah-tengah gurun Suriah, Palmyra merupakan daerah koloni  dari Romawi dan masuk didalam wilayah kekuasaannya.

Baca Juga: Sejarah Peradaban Persia, Pernah Dipimpin Cyrus Agung hingga Jadi Pusat Agama Zoroaster

Bani Ghassan mengklaim sebagai keturunan suku Arab Selatan kuno, meraka menggantikan keturunan Salih, orang Arab pertama yang mendirikan kerajaan Suriah dan kemudian mereka mendirikan kerajaan sendiri yaitu kerajaan Ghassan.

Keberadaan kerajaan ini di sebelah tenggara Damaskus, ujung utara rute perjalanan utama yang menghubungkan Ma’rib dengan Damaskus. Setelah itu terdapat kerajaan Lakhmi dan Kindah.

Sedangkan di Arab Utara terdapat masyarakat Hijaz dan Nejed, meraka adalah masyarakat nomad atau terkenal dengan suku Badui.

Baca Juga: Unggah Potret USG 4D, Cut Meyriska: Baby Girl or Boy? Ini Tebakan Warganet

Orang-orang Badui  dikenal sebagai para perampok darat, gurun pasir merupakan daerah operasi mereka sebagai perampok.

Kondisi alam dan pola hubungan antara masyarakat yang terjalin di kawasan ini sangat mempengaruhi pemikiran dan gagasan mereka tentang Tuhan atau spiritual.

Kepercayaan orang-orang Badui terhadap benda-benda langit berpusat pada bulan, yang dibawah cahayanya mereka menggembalakan ternak mereka di padang-padang rumput.***

Rekomendasi