Begini Pesan Aneh Gus Baha Terbaru 2022, Tepat Buat Orang Tua pada Kesempatan Peringatan Hari Anak Nasional

inNalar.com – Gus Baha terbaru 2022 meberikan pesan aneh dalam kajian ilmiah yang dibina olehnya, dirinya menjelaskan agar orang tua hormat terhadap anak-anaknya.

Sesuai dengan kondisi adanya peringatan Hari Anak Nasional, pesan Gus Baha terbaru 2022 masih sangat relevan untuk disimak walaupun sebenarnya ceramah lama.

Gus Baha terbaru 2022 kali ini menyampaikan nasehat aneh, tidak sebagaimana biasa bagi anak agar selalu berbakti kepada orang tua, tetapi dirinya berharap sebaliknya.

Baca Juga: Kunci Jawaban Kelas 5 SD Tema 1 Halaman 27 28 29 dan 30 Buku Tematik Subtema 1 Pembelajaran 3

Jadi menurut Gus Baha terbaru 2022, apalagi pada kesempatan peringatan Hari Anak Nasional, ayah dan ibu diharapkan bisa menghormati buah hatinya, bagaimana ini?

Anak perlu diberi hormat karena mereka nantinya akan melanjutkan adat tauhid dan ajar Islam yang kita rawat bersama.

Salah satunya amal jariyah yang perlu ialah anak yang shalih dan shalihah.

Baca Juga: Ketua Umum Dewan Dakwah Beri Pesan: Mohammad Natsir Berguru pada A Hasan yang Menempanya Jadi Pencetus NKRI

Karenanya rajutlah jalinan yang aman serta nyaman di antara orang-tua dan anak.

Sebagaimana dikutip inNalar.com dari artikel Portal Sulut berjudul Penjelasan Gus Baha Orang Tua Harus Hormat Pada Anak, Jangan Sampai Mereka Gak Bahagia pada Jumat, 22 Juli 2022.

Jangan sampai si anak sedih dan putus semangat pada sistem kekerabatan yang rapuh.

Sebab bisa jadi kekesalannya akan merambat jadi kekesalan pada tuntunan Islam pada umumnya.

Disini letak keutamaan orang-tua untuk menghargai anaknya sendiri.

Si orang-tua jadi orang yang hidup terlebih dahulu perlu memberi contoh dan ilmu bagaimana jadi keluarga yang baik satu hari nantinya.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Bikin Merinding Tentang Anjuran Segera Bertaubat Sebelum Hati Terkunci Hingga Berkarat

Gus Baha menerangkan jika dalam Fathul Muin disebut, orang yang disunnahkan buat membuat lancar kenikmatan anak.

Artinya, jangan demikian kaku dalam mengajarkan si anak.

Beri edukasi tauhid yang baik dan membahagiakan ke si anak.

Hingga anak nantinya akan jadi sosok yang suka melaksanakan ibadah, suka mengaji, dan membangun shalat tanpa desakan dari siapa saja.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Anak Nasional 2022 dengan Desain Lucu dan Menggemaskan, Cocok untuk Dibagikan ke Sosmed

Bahkan juga jika ingin bermain, Gus Baha mereferensikan untuk memberi anak mainan.

‘Hasan Husein pernah bermain anak anjing dan dibawa masuk ke kamar nabi, dan nabi tidak membentak,” kata Gus Baha memberikan contoh.

Dan dalam kitab Mizan Kubro, norma beberapa nabi yaitu memuliakan anak. Tetapi adat ini tidak terkenal di Jawa kata Gus Baha.

Baca Juga: Profil Abdulla Yusuf Helal Stiker Baru Persija Jakarta Asal Bahrain Langsung Dikontrak 3 Tahun

Jangan sampai seseorang merapalkan kalimat tauhid yang kita hargai, tetapi seorang anak saja tidak kita hargai.

Karena hanya secara hierarkis anak ada di bawah posisi orangtua, tidak berarti si anak tidak pantas menerima hormat kita.

Walau sebenarnya anak sebagai amal jariyah. Ketika anak beramal saleh, maka kiriman pahala akan keciprat ke orangtua.

Jaman dulu nabi Ibrahim terobsesi mendokumentasikan kalimat tauhid sampai anak cucunya sampai hari kiamat.

Obsesi orangtua zaman sekarang bukan tauhid, tetapi agar anak ingin membalasnya jasa orang-tua lalu menjaganya.

Baca Juga: Persija Jakarta Perkenalkan Abdulla Yusuf Helal Sebagai Pemain Asing dari Asia Untuk Mengarungi Liga 1

Kata Gus Baha dengan bahasa Jawa, “Anakku tak rumat cah ben sok ben ngerumat aku, ini kapitalistik,” ujarnya.***(Triwardana Mokoagow/Portal Sulut)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]