

inNalar.com – Kementerian PUPR akhirnya berhasil merampungkan pembangunan dua proyek sumber daya air di Kecamatan Pakis dan Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Adapun dua proyek sumber daya air tersebut bernama Embung Gumelem serta Sabo Dam Sungai Krasak.
Kedua infrastruktur yang dibangun tersebut diharapkan dapat menjawab segala isu atas ketahanan air hingga kedaulatan pangan di daerah ini.
Terlebih sarana dan prasarana sumber daya air ini telah dibangun sejak tahun 2023 lalu. Tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar jika sudah beroperasi.
Embung sendiri merupakan sebuah cekungan yang dipakai untuk menampung dan mengatur suplai aliran air.
Kehadirannya juga dapat menjaga kualitas air, mengatur pengairan, termasuk mencegah banjir.
Melansir dari laman PUPR, untuk Embung Gumelem sendiri sengaja dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan tampungan air.
Proyek yang telah dirampungkan ini juga dapat mendukung ketahanan pangan daerah setempat. Pembangunannya sudah dimulai dari bulan Mei 2023 lalu.
Adapun anggaran yang digelontorkan dalam pembangunan embung tersebut tercatat sebesar Rp18,7 miliar dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Embung Gumelem memiliki daya tampung hingga 13.260 m3 untuk menampung air baku di Kabupaten Magelang.
Air baku yang ditampung ini memiliki kapasitas 2 liter per detiknya. Akan bermanfaat pula dalam proses irigasi pertanian hortikultura di lahan dengan area seluas 260,44 hektare.
Pembangunannya juga diharapkan mampu mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan air. Dengan adanya air yang tersedia ini, maka kebutuhan masyarakat Kab. Magelang akan terpenuhi.
Embung dapat menampung air di musim penghujan serta menyediakan air baku ketika musim kemarau tiba.
Kehadirannya juga dapat mengisi kembali air tanah sebagai salah satu upaya konservasi sumber daya air.
Selain itu, insfrastruktur sumber daya air juga telah menyediakan area jogging track sendiri sehingga diharapkan mampu menjadi titik wisata baru di Magelang.
Sedangkan untuk Sabo Dam Sungai Krasak berfungsi sebagai pengendali sedimen sungai dari erupsi Gunung Merapi.
Proyek ini menelan biaya sebesar Rp29,9 miliar serta telah dibangun sejak bulan Februari 2023 lalu.
Pembangunannya dilakukan di dua titik bertingkat di tengah bendung. Cakupan dam sungai tersebut mencapai 0,9 ha.
Baca Juga: Jadi Upaya Turunkan Impor LPG, Pabrik BioCNG di Langkat Ini Bisa Kurangi 3,7 Juta Ton CO2 perTahun
Kehadirannya diharapkan dapat membendung sedimen seperti endapan materal vulkanik hingga mengalirkan air.
Jika nantinya bendung tersebut tidak dapat ditahan, maka akan dilewatkan menuju bagian atas atau yang bernama overtopping.
Dengan begitu, diharapkan mampu menekan adanya banjir lahar dari arah hilir di Gunung Merapi.
Sambo Dam juga sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar karena dapat dijadikan sebagai ruang publik atau pariwisata baru yang lengkap dengan beberapa fasilitas. Seperti area mini soccer hingga food court.
Infrastruktur ini sendiri dikerjakan di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Serayu Opak. Adapun kontraktornya yaitu PT Mandiri Agung Pribadi. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi