

inNalar.com – Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang lekat dengan potensi wisata sebagai pendorong perekonomian wilayahnya.
Beberapa tahun belakang, sektor industri mulai banyak yang masuk ke wilayah NTT.
Pada tahun 2018 lalu, pembangunan sebuah pabrik gula modern pertama di NTT akhirnya dibangun.
Baca Juga: 3 Sejarah yang Bisa Diciptakan Indonesia di BWF World Tour Finals 2023, Akhiri Puasa Gelar
Pabrik tersebut mulai beroperasi dan memproduksi gula kristal putih pada tahun 2021 lalu.
Masyarakat setempat mengenal pabrik ini dengan nama Pabrik Gula Sumba Timur.
Pabrik gula modern pertama di provinsi tersebut diprakarsai oleh PT Muria Sumba Manis.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas sebesar 12.000 TCD dan terintegrasi perkebunan tebu miliki perusahaan.
Pabrik ini juga mempergunakan teknologi kogenerasi listrik yang digunakan sebagai sumber tenaga pada pompa irigasi dengan teknologi sub-drip.
Teknologi tersebutlah yang membedakan pabrik gula ini dengan pabrik lain.
Hal tersebutlah yang memberikan keyakinan bahwa pabrik ini bisa memberikan kontribusinya dalam mendukung pencapaian swasembada gula nasional.
Pencapaian swasembada gula nasional diperkirakan akan mencapai 6,8 juta ton pada tahun 2020.
Kontribusi tersebut benar-benar diberikan oleh Pabrik Gula Sumba Timur dimana pada tahap pertama Pabrik Gula Sumba Timur dapat memproduksi gula kristal putih sebesar 6.000 TCD.
Baca Juga: Jadwal BWF World Tour Finals 2023: Indonesia Perang Saudara, Anthony Ginting vs Bocil Kematian
Baca Juga: Update Ranking BWF: Anthony Ginting Melorot, Dejan-Gloria Kuasai Tahta Nomor 1
Dilansir inNalar.com dari kemenperin.go.id, untuk tahap kedua, kapasitas produksi mencapai 12.000 TCD.
Hingga satu tahun berlalu, Pabrik Gula Sumba Timur ini berhasil menyumbang penerimaan negara hingga Rp10 Miliar.
Diketahui pada kuartal III 2021, penerimaan negara dari pabrik gula di Kabupaten Sumba Timur mencapai Rp10 miliar.
Importasi gula mentah yang dilakukan oleh PT Muria Sumba Manis berkontribusi signifikan terhadap penerimaan bea masuk sebesar Rp10 miliar.***