

inNalar.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk mulai menunjukkan kinerja yang terus melesat dari tahun ke tahun.
PT Merdeka Copper sendiri saat ini juga masih melanjutkan ekspansi proyek tambang tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur.
Proyek tersebut menghabiskan biaya investasi hingga 176 juta dolar AS atau sebesar Rp2,75 triliun.
Adapun target operasinya sendiri di tahun 2027 mendatang.
Kemudian di tahun 2024 nanti diproyeksikan telah memasuki masa konstruksi.
Proyek tambang tembaga ini sendiri berlokasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.
Adapun ekspansinya digarap langsung oleh anak usahanya yakni PT Bumi Suksesindo (BSI).
Digadang-gadang proyek Tembaga Tujuh Bukit akan menjadi yang terbesar di dunia.
Proyek garapan PT Merdeka Copper tersebut bahkan mampu menghasilkan sumber daya mineral sampai 1,71 miliar ton.
Baca Juga: Daftar Pemain Unggulan Malaysia Open 2024: Indonesia Masih Digdaya, Fajar-Rian Sebatang Kara
Rinciannya yakni kandungan tembaga sebanyak 0,47 persen kemudian emas 0,50 g/t.
Selain itu ada sekitar 8,1 juta ton tembaga serta 27,4 juta ounces emas.
Pada tahun 2023 ini produksi Tambang Emas Tujuh Bukit ditargetkan berada di sekitar angka 120.000 sampai 140.000 ounce emas.
Tidak heran jika ke depannya akan menambah aset pertambangan tanah air khususnya di Jawa Timur.
Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta Selatan ini memang berfokus pada pertambangan tembaga, emas,mineral, perak, nikel, dan lainnya.
Melansir dari laporan data PT Merdeka Copper Gold Tbk pada BEI, perusahan ini telah berhasil mendapatkan kenaikan jumlah aset hingga 20 persen lebih.
Tepatnya per 30 September 2023 lalu. Adapun kenaikan jumlah asetnya mencapai angka 20,99 persen. Dengan jumlah mencapai 4.690.530.734 USD.
Sedangkan aset yang dikantongi sebelumnya yakni 3.876.665.745 USD per 30 September 2022.
Hal tersebut disebabkan oleh adanya kenaikan pos aset tetap, aset eksplorasi dan evaluasi, persediaan, hingga piutang usaha.
Baca Juga: Belajar sambil Bekerja di BRILiaN Internship Program, BRI Buka Kesempatan Emas untuk Mahasiswa
PT Merdeka Copper mengungkapkan bahwa penyebab kenaikan signifikan tersebut adalah proses pembangunan pabrik Acid Iron Metal (AIM) di Morowali.
Sebuah pabrik produksi nikel yang menjadi dampak akuisisi atas PT Huaneng Metal Industry.
Diketahui proyek AIM ini sendiri memang termasuk salah satu contoh keberhasilan dari perusahaan ini.
Terutama dalam mengoptimalkan peluang serta mendorong inovasi pertambangan mineral oleh perusahaan.
Dengan adanya pertumbuhan yang pesat tentunya dapat memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian tanah air.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi