

inNalar.com – Banyak orang mungkin tahu, jika membangun jembatan tidaklah mudah, sekaligus membutuhkan waktu yang cukup lama.
Begitulah yang terjadi pada jembatan yang berada di Samarinda, Kalimantan Timur.
Bagaimana tidak dikatakan lama, pembangunan proyek jembatan di Kalimantan Timur ini saja memakan waktu sekitar 15 tahun.
Ditambah lagi setelah 15 tahun dibangun, beberapa tahun kemudian terjadi pula pergeseran tiang penyangga pada jembatan tersebut.
Diketahui jika pembangunan jembatan di Kalimantan Timur tersebut dimulai pada tahun 2002, dan selesai di tahun 2017.
Adapun untuk panjangnya sendiri, jembatan dengan proyek selama 15 tahun ini membentang sepanjang 1.428 meter.
Sebelumnya, jalur penghubung yang berada di Kalimantan Timur ini bernama jembatan Mahkota II, yang kemudian berganti menjadi jembatan Achmad Amin.
Alasan dari berubahnya nama dari jalur penghubung tersebut, hal itu dilakukan sebagai bentuk hormat bagi mantan Wali Kota Samarinda ke-8, yaitu Achmad Amin.
Apalagi Wali Kota ke-8 tersebut merupakan seseorang yang memberikan gagasan untuk dibangunnya jembatan Mahkota II di Samarinda Kalimantan Timur.
Baca Juga: Merdeka Flowers Festival 2023 yang di Gelar Pemerintah Kota Semarang Banjir Ribuan Bunga Cantik
Sedangkan untuk lokasinya sendiri, jembatan Mahkota II atau Achmad Amin terletak di Samarinda, yang mana menghubungkan kecamatan Sambutan dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran di daerah Kalimantan Timur.
Dilansir Innalar.com dari, stekom.ac.id, jembatan Mahkota II atau Achmad Amin ini menjadi jembatan yang terpanjang di Kalimantan Timur.
Sekedar informasi, perubahan nama jembatan Mahkota II itu terjadi setelah ditutupnya sementara jalur penghubung antara dua daerah di Kalimantan Timur.
Sedangkan alasan ditutupnya sementara jembatan Achmad Amin, dikarenakan terjadinya abrasi Sungai Mahakam, sehingga menyebabkan salah satu tiang penyangga jembatan bergeser.
Penutupan jembatan Achmad Amin itu terjadi pada tanggal 26 April 2021, dan dibuka kembali pada 10/06/2021.
Meskipun telah dibuka, namun ada sedikit perubahan yang terjadi bagi para pengendara yang ingin melintasinya.
Hal tersebut karena di tahun 2021, masih terdapat beberapa perawatan yang harus dilakukan agar jembatan Achamad Amin di Samarinda itu dapat kembali berjalan seperti sedia kala.
Jadi, untuk sementara di tahun 2021 hanya diperuntukan bagi kendaraan roda dua dan roda empat, berstatus pribadi.
***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi