

inNalar.com – Blok minyak dan gas (migas) terbesar di Indonesia, Blok Rokan, telah kembali ke tangan ibu pertiwi setelah pengelolaannya dipegang oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) selama kurang lebih 97 tahun.
Blok Rokan sendiri merupakan blok migas terbesar di Indonesia dengan luas kurang lebih 6.220 kilometer persegi yang berada di lima kabupaten berbeda di Provinsi Riau.
Lima kabupaten tersebut antara lain adalah Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir.
Baca Juga: BRI dan BP2MI Bersinergi Meningkatkan Literasi Dana Pensiun Pekerja Migran Indonesia
Blok minyak dan gas ini memiliki 96 lapangan dan tiga lapangan diantaranya memiliki potensi minyak yang sangat baik, yakni Lapangan Duri, Minas, dan Bekasap.
Pada tahun 2021, kontrak PT CPI atas pengelolaan blok minyak dan gas ini berakhir. Kementerian ESDM memilih untuk tidak memperpanjang kontrak dengan PT CPI dan memilih Pertamina sebagai pengelola baru ladang minyak dan gas ini.
Dilansir dari esdm.go.id, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan jika Blok Rokan di Riau akan dikelola oleh Pertamina terhitung mulai tahun 2021 hingga 20 tahun mendatang.
Dari sisi komersial, dalam proposalnya, BUMN minyak dan gas ini mencantumkan signature bonus sebesar US$784 juta, komitmen kerja pasti sebesar US$500 juta, dan potensi pendapatan negara sebesar US$57 miliar selama 20 tahun.
Tahun 2023 ini menginjak dua tahun setelah penyerahan pengelolaan Blok Rokan di Riau dari PT CPI ke Pertamina.
Pada tahun kedua pengelolaan oleh BUMN ini, Blok Rokan mencapai puncak produksi, yakni sebesar 172.000 barel minyak per hari (BOPD).
Pada Agustus 2023, produksi blok minyak dan gas ini mencapai 172.710 BOPD dan menjadikannya angka produksi minyak dan gas tertinggi di Indonesia pada masa itu.
Angka tersebut juga menjadi bukti atas kerja keras Pertamina dalam meningkatkan produksi migas dalam negeri.
Sebelumnya pada saat Blok Rokan di Riau masih dikelola oleh Chevron, produksi migas berada di angka 156.000 hingga 158.000 barel per hari.
Selain itu, kenaikan produksi ini juga terjadi karena PT Pertamina terus melakukan pengeboran terhadap 825 sumur dan 84 rig pengeboran yang aktif selama tahun 2023.
Hal tersebut sejalan dengan target yang mereka miliki, yakni untuk menopang energi nasional dan capaian target 1 juta barel per hari.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi