

inNalar.com – Belum lama Jembatan Otista resmi melega badan jalannya usai diperbaiki Pemerintah Kota Bogor pada Selasa, 19 Desember 2023.
Rupanya dua pekan kemudian, tepatnya pada Sabtu, 30 Desember 2023, jembatan paling legendaris di Jawa Barat ini malah tergenang banjir.
Keesokan harinya, Wali Kota Bogor Bima Arya pun bergegas turun lapangan guna mengungkap penyebab genangan banjir di sepanjang jembatan itu terjadi.
Atas instruksinya, Dinas PUPR langsung melangsungkan perbaikan kembali dan mulai menyoroti bagian saluran air infrastruktur ini.
Alhasil, Jalur saluran air dari arah Simpang Jalan Bangka sampai dengan Jalan Roda telah dilakukan penyisiran lebih lanjut.
Perlu diketahui, pengecekan lapangan dilakukan oleh Wali Kota Bima Arya bersama Dinas PUPR Kota Bogor dan pihak Kontraktor pembangun Jembatan Otista.
Dari hasil pengecekan lanjutan terhadap saluran air tersebut, terungkap penyebab banjir menggenang infrastruktur yang baru direvitalisasi dengan biaya lebih dari Rp50 miliar ini.
Bapak Wali Kota membeberkan bahwa ada beberapa titik tangkapan air yang mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah.
Lebih lanjut, tumpukan sampah tersebut terlihat menyumbat saluran air yang berada di sepanjang Jalan Roda.
Sehingga adanya hujan lebat yang terjadi menyebabkan air tidak bisa mengalir lancar ke saluran yang seharusnya dilalui.
Inilah mengapa aliran air tersebut kemudian menggenang di sepanjang lintasan Jembatan Otista Bogor.
Melihat sebab kejadian itu, Dinas PUPR bersama pihak kontraktor akhirnya melakukan langkah normalisasi saluran air.
Pembersihan dan perbaikan saluran air yang berada di sepanjang Jalan Roda segera dilakukan pihaknya.
Hal itu dilakukan agar limpasan air di sepanjang jembatan tidak terjadi lagi alias bisa dicegah terulang kembali.
Kemudian pihaknya pun turut mengganti tutupan saluran air dengan grill besi ukuran 80 x 80 centimeter di sebelah kanan jembatan.
Penggantian ukuran tersebut dilakukan agar cakupan tangkapan airnya lebih besar dan optimal fungsinya.
Tindakan boring pada plat duiker di sisi atas jembatan berdiameter 2 – 3 inci juga dilakukan untuk memperbesar kapasitas penyaluran airnya.
Tentunya pembersihan timbunan sampah juga turut dilakukan guna memastikan aliran air tidak terhalang lintasannya.
Sehari setelah kejadian banjir tersebut, diungkap oleh Sekretaris Dinas PUPR Kota Bogor Muhamad Hutri, bahwa normalisasi titik tangkapan air telah diselesaikan.
“Insya Allah hari ini selesai,” ungkap Muhamad Hutri selaku Sekretaris Dinas PUPR setempat.
Jika tidak ada kendala lebih lanjut, diproyeksikan pengerjaan akan selesai pada hari itu juga, tepatnya pada Minggu, 31 Desember 2023.
Sebagai informasi tambahan, infrastruktur ini diperbaiki oleh Pemerintah Kota selama 7 bulan pengerjaan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi