

inNalar.com – Pemulihan ekonomi di Indonesia setelah pandemi melanda terus berjalan, seperti halnya di daerah Tangerang.
Daerah Tangerang jadi salah satu daerah di Indonesia yang terkena dampak pandemi global dan krisis ekonomi.
Oleh karena itulah salah satu pabrik sepatu di Tangerang akhirnya terpaksa memangkas karyawaan yang bekerja di sana.
Baca Juga: Kebakaran di Pabrik Sandal di Kapuk Muara Sulit Padam, Damkar Langsung Kerahkan Robot Canggih!
Dengan kata lain, pabrik berkeputusan untuk melakukan PHK kepada sebanyak 1200 karyawan pada kondisi krisis ekonomi global ini.
Kabar mengenai PHK karyawan di pabrik sepatu di Tangerang tersebut pun akhirnya ramai diperbincangan oleh publik.
Kabar PHK tersebut awalnya dikonfirmasi oleh seorang Direktur Utama pabrik sepatu di Tangerang, yakni Budiarto Tjandra.
Melalui pernyataan Budiarto Tjandra, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan pabrik disebakan oleh situasi global yang dinilai kurang baik.
Sehingga, permintaan terhadap sepatu buatan Indonesia semakin hari semakin berkurang.
Dilansir dari laman web resmi beacukai.go.id, pabrik sepatu di Tangerang yang PHK massal 1400 karyawan tersebut bernama PT Panarub Industry.
Menurut penuturan Direktur Utama PT Panarub Industry, menyebutkan bahwa total 1.400 karyawan yang di PHK termasuk lebih dari 10% dari total seluruh karyawan.
Banyaknya karyawan pabrik yang terkena PHK, menyebabkan mereka khawatir jika nantinya perusahaan tidak akan membayarkan pesangon.
Namun, Direktur Utama PT Panarub Industry di Tangerang mengekalim bahwa PHK karyawan akan berjalan sesuai dengan semestinya, karena ini bukan kali pertama.
Jika ditelusuri, gaji karyawan pabrik sepatu Adidas di Tangerang sebesar Rp 4,58 juta.
Namun, karena faktor krisis ekonomi global yang melanda, menjadikan langkah progam pelatihan tenaga kerja di pabrik tersebut malah jadi pengangguran.
Dilansir dari laman web beacukai.go.id, tercatat, PT Panarub Industry di Tangerang memiliki karyawan sebanyak 8,118 orang.***