Banyak Berlubang, Pemerintah NTT Bangun Jalan Rp400 Miliar, Panjangnya 906 km, Sampai Harus Pinjam Bank?

inNalar.com – Pemerintah Nusa Tenggara Timur gunakan anggaran hingga Rp 400 miliar bakal digunakan untuk pembangunan jalan.

Anggaran tersebut digunakannya untuk membangun jalan yang rusak berat, pembangunan jalan di NTT dilakukan untuk jalan provinsi sepanjang 906 kilometer.

Pembangunan jalan di Provinsi NTT dengan panjang ratusan kilometer ditargetkan akan tuntas pada tahun 2023 ini.

Baca Juga: Inilah 4 Daerah Wisata Bali yang Jarang Diketahui, Saking Indahnya Sampai Jadi Tempat Video Musik Artis KPop!

Maxi Nebabu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT mengatakan bahwa kondisi jalan yang masih dalam rusak berat sepanjang 906 kilometer.

Sedangkan untuk jalan provinsi sepanjang 2.800 kilometer sudah beraspal pada tahun 2022.

Pembangunan jalan provinsi di NTT anggarannya diperoleh melalui pinjaman dari Bank NTT.

Baca Juga: Sajikan View Singapura, Intip 6 Hotel Terdekat dari Harbour Bay Batam Kepri, Ada yang Rp15 Juta per Malam?

Jalan Sepanjang 906 kilometer saat itu sebagian besar masih dalam keadaan berlubang dan ditargetkan dibangun dalam waktu 2,5 tahun.

Dari website resmi BPK NTT, Max optimis bahwa semua jalan di NTT akan mulus dan beraspal hotmix pada tahun 2023.

Selain itu, untuk Pulau Sumba, Flores dan Timor dengan jalan provinsi sepanjang 400 km dibangun tahun 2020.

Baca Juga: 28 Tahun Menanti, Waduk Kali Cipinang Jakarta Bernilai Rp22,9 Miliar Akhirnya Dibangun, Bisa Atasi Banjir?

Dari ketiga pulau tersebut, pembangunan di Flores mencapai 137 kilometer yang mencakup empat kabupaten.

Kabupaten di Flores yang memperoleh pembangunan jalan Provinsi adalah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.

Hingga pada akhir tahun 2019, masih terdapat sekitar ,900 kilometer jalan provinsi dengan kondisi yang rusak.

Malah, kondisi jalan nasional di Provinsi NTT dalam kondisi mulus yang berbanding terbalik dengan jalan provinsi yang kondisinya masih banyak yang rusak.

Sehingga, pemerintah NTT berusaha keras untuk melakukan pembangunan jalan provinsi yang salah satunya dengan skema pinjaman uang ke bank.

Pemprov NTT meminjam anggaran Rp 900 miliar yang terbagi menjadi dua tahapan yaitu masing-masing Rp 450 juta

Dimana, dari anggaran tersebut Rp 400 miliar digunakan untuk membangun jalan provinsi sepanjang 906 km untuk meningkatkan infrastruktur di kawasan NTT.

Dengan jalan yang tidak berlubang diharapkan akan mampu mempercepat akses amsyarakat, terutama dalam hal distribusi.*** 

Rekomendasi