Bantuan Medis di Gaza Terancam Terhenti, Iran Peringatkan Israel untuk Berhenti Sebelum ‘Terlambat’

inNalar.com – Korban jiwa terus berjatuhan seiring dengan peperangan yang terjadi antara Israel dan Hamas yang telah dimulai sejak 7 Oktober 2023.

Situasi semakin memburuk ketika anggota Isarel menghentikan pasokan medis serta bahan bakar di Jalur Gaza yang menyebabkan Gaza harus berjalan tanpa penerangan.

Hal ini menimbulkan kemampuan staf medis untuk merawat pasien semakin berkurang karena kurangnya pasokan medis penting dan bahan bakar untuk generator.

Baca Juga: Dibangun Awal 2000-an, Jembatan Penghubung 2 Bukit di Hulu Sungai Tengah Ini Hadirkan Panorama Eksotis, Tapi..

Tim medis di rumah sakit Gaza berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan semua jenis perawatan medis.

Hal ini sangat dibutuhkan bagi banyak orang yang terluka akibat serangan udara Israel yang sedang berlangsung di berbagai wilayah selatan yang terkepung.

Perawatan medis di Gaza terancam terhenti akibat penutupan penyeberangan yang masih berlangsung dan pelarangan pasokan medis.

Baca Juga: UPDATE! Dalam 24 Jam Israel Menewaskan Lebih Dari 400 Warga, Korban Tewas di Gaza Meningkat Menjadi 2.215

Hal ini disebabkan persediaan bahan bakar habis dan setiap aspek kehidupan masyarakat terancam, sehingga kondisi ini mungkin akan semakin memburuk di tengah ancaman invasi darat.

Jika invasi darat ini dilakukan maka dampak buruknya akan semakin besar bagi sektor medis.

Sementara itu, pihak administrasi rumah sakit dan bahkan dokter menolak untuk mengevakuasi rumah sakit.

Baca Juga: Kronologi Kemunduran Soeharto, dari Krisis Ekonomi, Sifat Suka Menantang hingga Kehilangan Orang Kepercayaan

Karena hal ini akan menyebabkan kurangnya fasilitas dan layanan medis bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Seluruh tim medis mengungkapkan aktor internasional untuk campur tangan dalam apa yang terjadi di Jalur Gaza serta menyediakan koridor kemanusiaan untuk pengiriman medis ke wilayah tersebut.

Namun tuntutan dari tim medis tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak Israel.

Dilaporkan inNalar.com dari AlJazeera , Abbas Mahmoud Abbas selaku Presiden Otoritas Palestina menekan perlunya membuka koridor kemanusiaan yang mendesak di Jalur Gaza.

Abbas juga mengungkap perlunya menyediakan bahan-bahan dasar dan pasokan medis, menyalurkan udara, listrik dan bahan bakar kepada warga di sana.

Dirinya dengan tegas menolak adanya penggusuran warga Palestina dari Jalur Gaza serta tuntutan diakhirinya segera serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki.

Mengetahui kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini berubah secara drastis dari buruk hingga menjadi bencana besar.

Selain itu Misi Republik Islam di PBB menuntut komunitas internasional untuk bertindak menghentikan pertumpahan darah yang sedang berlangsung akibat pemboman Israel yang tiada henti di Gaza.

Disebutkan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian, sebelumnya memperingatkan Israel untuk berhenti sebelum terlambat.

Dirinya juga menekankan pad akesiapan Front Perlawanan termasuk Hizbullah untuk membuka front baru untuk melawan Israel.

Abdollahian menekankan bahwa keputusan mengenai tindakan seperti membuka depan baru atau menerapkan senjata gencatan akan dibuat oleh kekuatan perlawanan.

Serta tekanan jika Israel terus melanjutkan kejahatan perangnya, kekuatan perlawanan akan siap untuk bertindak.***

 

Rekomendasi