Bantu Lawan Hamas, AS Kirim Pesawat Tempur dan Kapal Induk Militer untuk Lindungi Warga Israel

inNalar.com – Akibat dari serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu mendatangkan respons yang berbeda dari beberapa negara.

Amerika Serikat (AS) sendiri merespons serangan yang dilakukan Hamas ini dengan mengirimkan pesawat tempur sekaligus kapal induk militer yang mereka miliki untuk mendekat ke wilayah Israel.

Pada pengumuman yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, bergeraknya kapal induk berserta pesawat tempur milik Amerika Serikat ini adalah tanggapan dari serangan multi-front Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel.

Baca Juga: Update Terkini! Pejuang Hamas Palestina Berhasil Robohkan Pagar Pembatas Israel Setelah 17 Tahun Terblokade

Selain itu, pada saat serangan terjadi, beberapa warga Amerika Serikat yang berada di Israel juga menjadi korban.

Dilansir inNalar.com dari CBS News, adapaun kapal militer yang dikerahkan menuju ke wilayah konflik tersebut adalah USS Gerald R. Ford Carrier Strike Group.

Kelompok kapal induk ini mencakup kapal induk USS Gerald R. Ford, kapal penjelajah beperluru kendali kelas Ticonderoga USS Normandy, dan juga empat kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh-Burke.

Baca Juga: Bikin Gempar! Hamas Serang Israel, Jadi Kejutan Besar untuk Netanyahu Saat Hari Raya Simchat Torah

Selain kapal induk, Amerika Serikat (AS) juga mengirimkan pesawat tempur pada Israel.

Setidaknya ada empat sekuadron pesawat tempur yang dikirim untuk membantu, yakni U.S Air Force F-35, F-15, F-16, dan A-10.

Tidak hanya itu, Amerika Serikat juga mengirimkan amunisi untuk pihak Israel untuk mempertahankan diri.

Baca Juga: Palestina Bangkit, Serbuan Hamas Saat Simchat Thorah atau Hari Sabat di Israel, Perayaan Apa Itu?

Namun, apa yang dilakukan oleh AS ini mendapat penolakan atau ketidaksetujuan dari beberapa pihak pro-Palestiina.

Pihak pro-Palestina menggelar unjuk rasa di Times Square, New York dan di dekat Gedung Putih, Washington pada Minggu, 8 Oktober 2023 lalu.

Aksi unjuk rasa ini adalah bentuk ketidaksetujuan pihak pro-Palestina terhadap dukungan Amerika Serikat kepada Israel.

Sedangkan, akibat dari serangan tidak terduga yang dilakukan oleh Hamas, pihak Israel mengkonfirmasi pada Senin pagi waktu setempat setidaknya ada 700 warga sipil serta anggota militer yang tewas.

Sebanyak 2.150 warga Israel terluka akibat agresi dari Hamas.

Adapun jumlah warga, baik sipil maupun aparat, yang disandera masih belum diketahui secara pasti.***

 

Rekomendasi