Bantu Kawasan Pedalaman, Jalan Perbatasan Kalimantan Barat Akan Tembus ke Kalimantan Timur, Selesai Kapan?

inNalar.com – Kementerian PUPR saat ini tengah melanjutkan pembangunan Jalan Perbatasan Kalimantan Barat sepanjang 608 km.

Proyek Jalan Perbatasan Kalimantan Barat tersebut nantinya akan tembus hingga batas kawasan Kalimantan Timur.

Keseluruhan pembangunan Jalan Perbatasan Kalimantan Barat ini diwacanakan rampung pada akhir 2024.

Baca Juga: Siap Jadi Cawapres, Kekayaan Erick Thohir Jadi Sorotan, Miliki Mobil Senilai Rp1 Miliar dan Hutang Sebanyak…

Pada ruas Nanga Era – Batas Kalimantan Timur sepanjang 149 km, sudah teraspal sebanyak 25 km.

Sementara itu, untuk 25 km lainnya sedang dalam proses pengaspalan sampai dengan Mei 2024.

Sedangkan untuk sisanya akan dilanjutkan sampai berfungsi dengan baik pada akhir 2024 atau awal 2025.

Baca Juga: Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Resmi Daftarkan Diri ke KPU Guna Ikuti Pilpres 2024, Singgung Nasib Rakyat

Tujuan Pembangunan Jalan Perbatasan

Melansir dari PUPR, pembangunan proyek ini sebenarnya masih melanjutkan program dari Presiden Jokowi di periode pertama.

Yakni tahun 2014-2019 untuk melakukan pembangunan di kawasan pinggiran.

Dengan pembangunan yang dilakukan di Jalan Perbatasan Kalimantan Barat – Kalimantan Timur ini, diharapkan dapat membantu masyarakat di kawasan perbatasan dan pedalaman.

Baca Juga: Persiapan Piala Dunia U17: Habiskan Anggaran Rp80 Miliar, Intip Kontruksi Pembangunan JPO Ancol ke Stadion JIS

Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR menegaskan bahwa sangat penting untuk melakukan pembangunan secara berkelanjutan.

Khususnya dengan memperhatikan kondisi lingkungan seperti jalan perbatasan di Kalimantan yang memang masih berada di kawasan hutan.

Tentu proses pembangunan jalan perbatasan tersebut tidak sembarangan.

Diperlukan desain penataan lereng yang begitu detail. Selain itu, dilakukan pengecekan juga pada setiap titik ekstrem yang rawan longsor dengan pengaman tebing.

Dengan begitu, pembangunannya tidak akan menyebabkan erosi sehingga tanaman sekitar tidak akan mati.

Begitu juga area sungai di hilir tidak akan tercemar jika penataannya bagus.

Menteri Basuki menegaskan bahwa proses ini termasuk dalam prinsip pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Pada Jalan Perbatasan Kalimantan Barat sepanjang 608 km sendiri sudah teraspal sebanyak 221 km.

Selain itu, seluruh ruas jalannya sendiri sudah terbuka, akan tetapi pada beberapa ruas masih belum berfungsi secara penuh.

Pasalnya masih perlu dilakukan pembangunan jembatan serta perbaikan kelandaian di area jalannya.***

 

Rekomendasi