Banjir Investor, IKN Kalimantan Timur Dapat Investasi hingga Rp 47 T untuk Pembangunan Hunian ASN, Ada PT…

inNalar.com – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Panajam Paser Utara Kalimatan Timur tidak dipungkiri semakin pesat.

Kementerian PUPR akan membangun 47 tower rusun ASN di IKN diikuti dengan adanya kabar bahwa banyak investor mulai berinvestasi di sana.

Proyek pembangunan ini ditargetkan akan selesai pada Desember 2024 dengan total anggaran mencapai Rp 9,4 T. 

Baca Juga: Viral! Inilah Profil Annisa Rama Dewi, Selebgram Asal Bangka Belitung yang Ternyata Mucikari dan Pelaku TPPO

Rencananya rumah susun ini akan memiliki total unit sebanyak 2.820 unit. Unit ini jika diperinci yaitu 31 Tower untuk ASN, sekitar 1.860 unit (5.580) orang.

Selain itu, ada 7 tower untuk TNI dan Polri, 9 Tower untuk paspamres dengan total 960 unit (2.880 orang).

Badan Otorita IKN sudah memberikan Surat Izin Perkasa Proyek (SIPP) pada investor.

Baca Juga: Ternyata Kalimantan Selatan Punya Jembatan Terpanjang Hingga 1.082 Meter! Pesonanya Tak Tertandingi

Pembangunan Hunian di IKN Kalimantan Timur, terdapat sejumlah perusahaan perusahaan yang akam berinvestasi.

Perusahaan tersebut antara lain PT. Summarecon Agung Tbk. (SMRA) dengan investasi sebanyak Rp 1,67 Triliun.

Disusul oleh Konsorsiumnya Nusantara dengan total investasi senilai Rp 30,8 Triliun.

Baca Juga: Kerugian Negara Ditaksir Hingga Rp 75,6 Miliar, Pembangunan Bendungan di Sulawesi Selatan Ini Bermasalah

Korean Land and Development dengan total investasi senilai Rp 8,65 Triliun.

Konsarium PT. Perintis Triniti Properti Tbk. (Triniti) dengan nilai investasi sekitar 1,8 Triliun.

PT. Ninda Karya (Pesero) dengan total investasi yang mencapai Rp 1, 42 Triliun.

Dengan demikian, total investasi dari 6 investor untuk pembangunan hunian di IKN Kalimantan Timur mencapai Rp 47 Triliun.

Baca Juga: Tak Sesuai Ekspektasi, Proyek Talud Rp 8 M di Sulawesi Selatan Tidak Digunakan untuk Kepentingan Publik Tapi..

Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN mengatakan dana yang dikeluarkan berasal dari APBN dan Swasta.***

 

 

 

 

 

Rekomendasi