Bangunanya Sudah Berusia 200 Tahun, Perkampungan Unik di Sulawesi Selatan Ini Memiliki Tiang Puluhan Meter

inNalar.com – Perkampungan unik yang berada di daerah Sulawesi Selatan ini memiliki keunikan yaitu bnagunan dari perkampungna tua tersebut sudah beriusia 100-200 tahun. 

Untuk perkampungan tua berada di Bitombang yang terletak di kepulauan Selayar, untuk mengunjungi kampung tersebut bisa menggunakan roda empat maupun roda dua.

Dari Kota Selayar harus menempuh jarak yang cukup dekat yaitu 7 km, untuk waktu perjalanan menuju kampung tua tersebut harus menempuh waktu setengah jam.

 Baca Juga: Bukan Yogyakarta, Bangunan Keraton Yang Dibuat Oleh Prancis dan Portugis Ini Berada di Kalimantan Barat Loh..

Perkampungan ini memiliki bangunan rumah panggung yang dibangun sangat tinggi, bangunan yang tinggi memiliki filosofi.

Para penduduk percaya semakin tinggi bangunan maka akan semakin kokoh bangunan tersebut.

Tidak hanya mengunjungi kawasan air saja, para pengunjung bisa mengunjungi kampung tua yang memiliki bangunan rumah panggung yang tinggi sekali.

Baca Juga: Surganya Belanja! Inilah 5 Mall Termegah dan Terpopuler di Provinsi Jambi, Nomor 5 Ada Hotel Bintang Limanya 

Konstruksi bangunan yang unik, tiang kayu yang mengikuti bentuk topografi dari tanah yang curam.

Uniknya tiang di perkampungan tua ini memiliki tinggi hingga puluhan meter, hingga rumah tradisional di perkampungan tua ini banyak dikunjungi oleh berbagai orang dari berbagai daerah yang penasaran. 

Sulawesi Selatan memiliki banyak peninggalan bersejarah yang bisa dijumpai di sana seperti jangkar raksasa yang berada di kampung padang.

 Baca Juga: Jarang Menginjak Daratan, Perkampungan Unik Kalimantan Barat Ini Harus Gunakan Speedboat untuk Beraktivitas

Perlu diketahui bahwa bangunan rumah panggung ini menggunakan kayu bitti, bukan hanya dari bentuknya saat yang unik. 

Tetapi banagunan rumah yang sudah berusia ratusan tahun menjadikan kampung tua tersebut sebagai miniaturnya Selayar zaman dahulu.

Untuk jendela bangunan rumah yang ada di kampung tua menggunakan serambi dan atap pada bangunan menggunakan bambu.

Bahakn tumbuhan tai angin telah menempel di dinding-dindinga banguanan rumah yanga da di kampung tu menandakan abhwa banagunan tersebut sudah berusia hingga ratusan tahun.

Para penduduk yang yang menempati kampung tua tersebut hidup harmoni dna juga sejahtera, untuk penggunaan peralatan modern masih jarang untuk ditemui disana.

Para penduduk Bitombang ketika mengelola bahan makanan masih menggunakan gilingan batu bahkan para penduduk masih setiap menggunakan panci dari tanah.***

Rekomendasi