

inNalar.com – Beberapa waktu yang lalu, Presiden Jokowi resmi menerima laporan terkait penawaran saham Bandara Kertajati di Jawa Barat ke pihak asing.
Laporan terkait penawaran Bandara Internasional Jawa Barat tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi Ihwal.
Rencana penawaran saham yang dilakukan oleh Menhub sebenarnya telah ingin dilakukan sedari dulu.
Sebab, sejak awal tanggal pengoperasian bandara hingga saat ini, Menhub belum mendapati celah bandara mengalami kenaikan penumpang.
Benar saja, bandara yang lokasinya berada di Kabupaten Majalengka tersebut memang terkenal dengan sebutan bandara tersepi di Indonesia.
Sejumlah perusahaan ternama asal Arab Saudi, Singapura, hingga India kabarnya akan ditawari saham bandara tersebut.
Meskipun begitu, Presiden Jokowi tetap mengingatkan kepada Menhub agar tetap ada regulasi yang perlu ditaati saat melakukan penawaran.
Diketahui, Bandara yang dinamai sebagai Bandara Kertajati ini secara sah telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2018.
Namun, pengoperasian bandara hingga saat ini tergolong masih belum maksimal.
Menurut Menhub, hal ini dikarenakan akses yang menghubungkan Kota Bandung dengan Bandara Kertajati belum beroperasi secara keseluruhan.
Seperti yang dilansir dari laman resmi jabarprov.go.id, bahwa jalan tol Cisumdawu memang telah diresmikan.
Namun, tol yang telah menelan anggaran dana sebesar Rp18,3 triliun tersebut belum sepenuhnya beroperasi secara baik.
Nantinya, jika tol Cisumdawu telah beroperasi secara penuh, harapannya akases yang lancar ke bandara dapat meningkatkan kapasitas penumpang di bandara ini.
Sebelumnya, Budi Karya selaku Menteri Perhubungan pernah sesekali menawarkan bandara ini ke pihak investor lokal di Indonesia.
Namun, kebanyakan dari mereka menolak untuk berinvestasi ke bandara ini lantaran sepi peminat.
Demikianlah, informasi terkait bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat yang kabarnya akan ditawarkan ke pihak asing.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi