

inNalar.com – Salah satu infrakstruktur penting dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), yaitu bandara.
Bandara IKN atau dengan nama resmi Bandara Internasional Nusantara dimulai pembangunan atau groundbreaking pada 1 November 2023.
Groundbreaking dilakukan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumada dan jajaran Menteri lainnya.
Dari titik nol berjarak sekitar 23 kilometer dan 120 kilometer dari Balikpapan. Dengan luas sekitar 347 hektare.
Panjang landasannya sekitar 3.000 x 45 meter, apron seluas 102.150 meter persegi, serta terminal VIP dan VVIP seluas 7.352 meter persegi.
Dibangunnya bandara ini akan menjadi infrastruktur penting dalam memenuhi mobilitas tinggi di IKN.
Dengan ini membuat seluruh kawasan IKN dapat terhubung ke seruluruh Indonesia. Sehingga dapat mempercepat pebangunan IKN dan mendorong peningkatan ekonomi daerah.
Desain ini mungusung konsep budaya Kalimantan, namun tetap terlihat modern. Serta tetap menunjukkan nuansa alam yang kegijauan.
Pada 24 September lalu, Presiden Joko Widodo melakukan pendaratan perdana di Bandara Internasional Nusantara.
Dalam kunjungan tersebut Jokowi memberikan instruksi perihal status yang awalnya untuk VVIP menjadi bandara komersial untuk masyarakat umum.
Jumlah penumpang ditargetkan mencapai kapasitas 7 juta orang per tahun. Namun, pada tahap awal diperkirakan mampu menampung hingga 200 ribu penumpang per tahun mulai Desember 2024.
Bandara Internasional Nusantara telah terdaftar di Organisasi Penerbangan Sipil Internasioanal atau International Civil Aviation Organization (ICAO) dengan kode WALK.
Namun untuk bisa melayani penerbangan komersial, harus terdaftar di International Air Transport (IATA).
Pakar penerbangan Alvin Lie juga menyatakan hal tersebut, bahwa Bandara Internasional Nusantara harus terdaftar di IATA untuk operasi komersial penuh.
Infrastruktur ini pada awalnya diharapkan akan selesai pembangunan pada 31 Desember 2024. Namun, hingga November 2024, progresnya baru mencapai 70 persen.
Progres ini berupa konstruksi landasan pacu, dengan panjang runway 3.300 meter sedalam enam lapis.
Saat ini sedang dilakukan uji coba dengan pesawat yang lebih besar seperti, Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet 737-800 yang berukuran lebih besar dari RJ85.
Jika menurut Rachman Arief Dienaputra Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), penyelesaian pembangunan ini akan rampung pada Februari 2025.***