Bali Paling Beda! Akses Jalan Tol Unik Sepanjang 12,7 km Ini Dibuka-Tutup Tergantung Hembusan Angin


inNalar.com – Bicara tentang kemegahan jalan tol di Indonesia tentu berlimpah wujudnya, tapi ada yang beda dengan infrastruktur kepunyaan Bali ini.

Jalan tol unik yang dibangun di atas perairan Bali ini rupanya punya aturan akses buka-tutup yang diterapkan oleh Pemerintah RI.

Pemberlakukan sistem buka tutup di infrastruktur ini bukan sebagaimana yang sering diberlakukan di Puncak, Bogor.

Baca Juga: Cuma di Desa Pelosok Gresik Ini, Megaproyek Jalan Tol di Jawa Timur Rp9,12 Triliun Dibikin Melipir: ‘Kartu As’ Runtuh

Namun akses jalan tol di Bali ini sengaja diatur lebih lanjut guna memberikan keselamatan dan kenyamanan pengendara saat melintas.

Dikarenakan bangunan Jalan Tol Bali Mandara ini dibikin melayang di atas laut, maka pengelola lintasan perlu mempertimbangkan kecepatan angin.

Jadi ketika angin mulai menghembus di area lintasan hingga kecepatan 40 kilometer atau lebih dari itu.

Baca Juga: Semrawut Megaproyek Jalan Tol Jawa Timur, Desa di Gresik Ini Sulit Mufakat Meski Diguyur Rp59 M: Ini Endingnya

Maka lintasan tol laut sepanjang 12,7 kilometer ini akan ditutup sementara.

Alasannya, agar resiko kecelakaan lalu-lintas di lintasan tol ini dapat diminimalisir.

Pasalnya Jalan Tol Bali Mandara ini lintasannya cukup panjang, bahkan sering disebut hampir menyaingi bentang Jembatan Penang Malaysia sepanjang 13,5 kilometer ini.

Baca Juga: Tak Kunjung Dibangun, Bakal Tol Terpanjang RI Senilai Rp58 Triliun di Jawa Barat dan Jawa Tengah Ini Malah Kena Skandal Dugaan Pungli

Selain itu juga karena lintasan jalan tol laut kepunyaan Bali ini bisa dilalui pengendara motor.

Sehingga jangan sampai ada motor yang ketiup angin lantaran adanya tekanan dari kecepatan angin.

Bagi para pengendara motor yang akan melewati infrastruktur jalan di atas laut ini perlu menyiapkan biaya lewat.

Baca Juga: Megaproyek Jalan Tol Jawa Timur Senilai Rp3 Triliun Bikin Petani Wanita di Desa Probolinggo Ini Makin Sedikit

Adapun besaran tarif yang perlu dibayarkan sebesar Rp4 ribu, melansir dari Kementerian Keuangan.

Lintasan tol satu-satunya yang bisa dilalui motor ini tentu akan sangat lengang dan mulus jalurnya.

Namun para pengendara motor perlu memperhatikan kecepatan maksimal berkendara saat melintasi jalan tol ini.

Baca Juga: Berpotensi Gilas 17 Desa, Proyek Tol Sepanjang 206,65 Km di Jawa Barat dan Jawa Tengah Ini Terancam Mangkrak, Apa Masalahnya?

Pasalnya, aturan kecepatan maksimal yang dibolehkan maksimal 60 kilometer per jam.

“Ketika kecepatan angin mencapai 40 km atau lebih jalan tol ditutup sementara guna menghindari resiko kecelakaan,” dikutip inNalar.com dari Kementerian PUPR.

Bahkan dijelaskan pula bahwa akses Jalan Tol Bali Mandara ini akan ditutup sementara bagi pengendara mobil.

Akses ditutup sementara ketika kecepatan angin yang berhembus kencang melebihi 80 kilometer per jam.

Lebih lanjut, “Kemudian apabila sudah melebihi 80 km/jam, jalur mobil juga ikut ditutup,” dikutip inNalar.com dari laman serupa.

Menariknya, infrastruktur jalan tol di Bali Mandara ini dibangun dalam waktu yang cenderung lebih cepat dari proyek tol pada umumnya.

Hanya dalam kurun waktu 1 tahun 2 bulan, tol atas laut karya anak bangsa ini dikonstruksi.

Dahulu mulai dibangun tahun 2012, setahun lebih setelahnya rampung digarap.

Proyek cenderung berjalan dengan cepat sebab tidak banyak urusan terkait pembebasan lahan sebagaimana apabila jalan tol dibangun di atas daratan.

Kendati demikian, dampak konstruksi infrastruktur kebanggaan warga Bali ini tidak bisa dipungkiri berdampak pada eksistensi hutan mangrove di sekitarnya.

Namun diketahui pihak pembangun langsung kembali membenahi ekosistem mangrove usai pengerjaannya rampung.

Sebagai informasi, jalan tol di atas laut ini menelan dana pembangunan sebesar Rp2,5 triliun.

Berkat kucuran dana yang fantastis tersebut, kini ada tiga wilayah strategis yang terhubung dengan apik.

Mulai dari Pelabuhan Benoa di Denpasar, terkoneksi pula dengan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, hingga Nusa Dua.

Dengan banyak corak ukiran lokal khas bali di setiap lampu penerangan jalannya, lintasan ini tidak hanya sekadar jalan bebas hambatan.

Namun juga menjadi lintasan tol tercantik yang melayang di atas perairan sejauh 7,9 mil.***

Rekomendasi