

inNalar.com – Bendungan Bagong, bendungan besar di Trenggalek, Jawa Timur dengan luas genangan 73,45 Ha yang sumber airnya berasal dari Sungai Bagong.
Bendungan Bagong diketahui telah dibangun melalui 2 paket senilai Rp 1,6 triliun sejak akhir tahun 2018 dan terpantau hingga Juni 2023 sudah 22,59%.
Proyek pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek, Jawa Timur ini menjadi salah satu dari rangkaian pembangunan bendungan Kementerian PUPR di Jawa Timur pada tahun 2015-2024.
Bendungan Bagong yang dibangun di area hutan daerah Ngantru, Trenggalek ini memiliki kapasitas tampung yang sangat besar, yaitu 17,40 juta m3.
Tujuan utama pembangunan Bendungan Bagong di Jawa Timur ini adalah untuk irigasi di Kabupaten Trenggalek yang memiliki komoditas unggulan seperti palawija dan padi.
Komoditas unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Trenggalek di Jawa Timur tentunya membutuhkan sumber pengairan yang stabil.
Baca Juga: Sawah 125 Hektar di Banten Dijadikan Kompleks Makam Mewah dengan Konsep Open Garden, Lokasinya di…
Bendungan Bagong sendiri diperkirakan mampu menyokong kebutuhan air baku hingga sebesar 153 liter/detik untuk wilayah Kecamatan Trenggalek dan Pogalan.
Tidak hanya itu, bendungan seluas 73,45 Ha di Trenggalek ini juga dapat mereduksi debit banjir yang ada di Sungai Bagong.
Debit banjir di Sungai Bagong yang tereduksi oleh bendungan seluas 73,45 Ha di Trenggalek ini mencapai 78,44%.
Baca Juga: 1,6 KM dari Stasiun Serpong, Makam Keramat Ini Menjadi Jejak Penyebaran Islam di Banten
Selain itu, Bendungan Bagong juga dapat mendukung konservasi Daerah Aliran Sungai Bagong yang memiliki luas hingga 39,95 km2.
Kehadiran bendungan besar seluas 73,45 Ha di Trenggalek ini diharapkan mampu meningkatkan potensi wisata di Jawa Timur.
Diketahui bahwa Bendungan Bagong yang dibangun sejak Desember 2018 ini merupakan bendungan multifungsi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Menteri PUPR, Basuki menyampaikan bahwa pembangunan bendungan besar di salah satu kabupaten dari Jawa Timur ini diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya.
Sehingga, aliran irigasi dari Bendungan Bagong dapat sampai atau mencapai lahan sawah milik petani yang ada di Trenggalek, Jawa Timur.
Bendungan Bagong di Jawa Timur nantinya akan membantu mengembangkan serta meningkatkan daerah irigasi hingga 857 Ha.***