Bakal Punya Transportasi Bawah Tanah, LRT Bali Akan Dibangun Sejauh 20 km, Kuras Dana Investasi Rp9,10 Triliun

inNalar.com – LRT Bali akan segera ground breaking di tahun 2024 mendatang.

Pembangunan LRT Bali nantinya dilakukan secara underground atau bawah tanah.

Pasalnya, bangunan yang ada di Bali tidak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa.

Baca Juga: Inilah Alasan Pembangunan Jalan Tol Probowangi di Jawa Timur Tidak Boleh Pakai Dinamit, Jawa-Bali Bisa Bahaya!

Nantinya, panjang transportasi tersebut diperkirakan mencapai 20 km.

Tepatnya berawal dari Bandara I Gusti Ngurah Rai kemudian melewati beberapa wilayah lainnya.

Seperti Cemangi, Canggu, hingga Seminyak, Bali.

Proses pembangunan transportasi ini menelan biaya investasi hingga Rp9,10 triliun untuk tahap 1.

Baca Juga: Terpanjang di Dunia! Jalan Tol di Bali Ini Mengapung di Atas Ombak Laut, Full Karya Anak Bangsa

Masyarakat Bali sendiri kurang memiliki transportasi yang aman, nyaman, dan cepat.

Tidak heran jika masyarakat sekitar hanya memanfaatkan kendaraan pribadi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-harinya.

Hal ini menyebabkan kemacetan merajalela di Bali. Hasilnya terjadi pencemaran udara sehingga menjadi daerah yang tidak sehat.

Baca Juga: Era Presiden Soeharto, Indonesia Ternyata Sukses Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN Pertama di Bali, Siapa yang Hadir?

Sebagai solusinya, pemerintah mulai merencanakan transportasi massal di Bali.

Pembangunannya sendiri sudah menjadi hal yang umum di Pulau Jawa.

Kini Bali akan memiliki Light Rail Transit (LRT) yang beroperasi di bawah tanah.

Kehadirannya juga dapat memudahkan laju distribusi kendaraan agar terhindar dari kemacetan serta meningkatkan perekonomian setempat.

Melansir dari laman resmi Indonesia.go.id, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan bahwa LRT ini akan dibangun sejauh 20 km.

Pembangunan proyek tersebut nantinya akan ditargetkan sudah mulai groundbreaking atau peletakan batu pertama di awal 2024 mendatang.

LRT Bali ini sengaja dibuat dengan model lintasan bawah tanah agar semakin efektif dalam mengatasi kepadatan pembangunan.

Meski begitu, sebagian untuk tempat-tepat memungkinkan akan memakai jalur at grade atau menyentuh permukaan tanah.

Baca Juga: Lama Mangkrak, Proyek Jalan Tol di Bali Ini Mulai Memasuki Babak Baru dari Kementerian PUPR, Apa itu?

Pembangunan LRT di Bali ini juga diharapkan dapat mengurangi emisi karbon di jalanan.

Target pembangunannya sendiri disebut dapat selesai dalam jangka waktu sekitar 3 tahun.

Pada bulan Oktober 2023 ini, studi kelayakan/feasibility study untuk proses pembangunan LRT Bali tersebut dimenangkan oleh beberapa konsorium.

Seperti Korea Railroad Coorporation atau Korail, Saman Co. Ltd, KRC Co. Ltd, serta Dangmyeong Co. Ltd dengan waktu 10 bulan.

Pada tahap 1 sendiri akan dibangun dengan panjang sekitar 5,3 km.

Nantinya akan ada 4 stasiun pemberhentian yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai – Seminyak.

Yakni terbagi menjadi Tahap 1A pada Bandara – Central Parkir Kuta, Bali serta Tahap 1B Central Parkir Kuta – Seminyak.***

 

Rekomendasi