

inNalar.com – Infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) semakin giat dikebut oleh Kementerian PUPR, tak terkecuali di Provinsi Jambi.
Proyek jalan bebas hambatan yang membentang di sepanjang Provinsi Jambi, yaitu proyek ruas Tol Betung – Jambi dan Jambi – Rengat.
Apabila kedua ruas tol tersebut terwujud, maka konektivitas wilayah antara wilayah Lampung dapat terhubung menembus hingga ke Aceh.
Upaya menumbuhkan titik perekonomian baru di sepanjang wilayah proyek tol Jambi bukanlah satu-satunya alasan mengapa proyek ini giat digarap.
Keberadaan jalur bebas hambatan di Jambi ini menjadi investasi jangka panjang Pemprov Jambi dalam membangun kualitas pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Selain ruas tol Jambi – Rengat, ada pula proyek pengerjaan lainnya yang kini sedang disiapkan oleh Kementerian PUPR, yaitu ruas tol Betung – Jambi.
Dilansir dari laman resmi PUPR, Rencanya rute tol ini akan membentang sepanjang 169,9 kilo meter dengan lintasan dari titik Betung – Tempino – Jambi.
Artinya, bentangan jalan bebas hambatan ini akan melintas dari provinsi Sumatera Selatan hingga Jambi.
Angin segar bagi warga Sumatera Selatan dan Jambi, beserta pelintas di jalan tol ini nantinya.
Baca Juga: 17 Km dari Pontianak, Bandara Seluas 528 Ha di Kalbar Dipermak dengan Fasilitas Kelas Internasional
Pasalnya, proyek infrastruktur ini telah melalui proses tanda tangan kontrak dan akan segera dimulai pengerjaannya.
Pengerjaan ruas tol Betung – Jambi ini akan dimulai dari pengerjaan tol Bayung Lencir – Tempino seksi 1 dan 3.
Adapun pembiayaan ruas tol yang akan digarap tersebut diungkap oleh Kementerian PUPR bahwa serapan anggaran dananya berasal dari APBN tahun 2023-2024.
Dikabarkan tahap pembebasan wilayah di Provinsi Sumatera Selatan telah berproses sekitar 86 persen.
Sementara pembebasan wilayah di Provinsi Jambi sendiri sudah sampai 95 persen.
Sebagaimana mengutip dari laman kppip.go.id, total investasi dana yang digelontorkan dalam proyek ini mencapai Rp 45,18 triliun.
Ditargetkan pula pengerjaan ruas tol Betung – Jambi ini akan selesai pada tahun 2024 mendatang.
Diharapkan dengan kehadiran proyek ambisius ini, serapan tenaga kerja di wilayah Jambi dan sekitarnya semakin meningkat.
Harapan dari pembangunan infrastruktur di sepanjang wilayah di Sumatera ini ialah produktivitas perekonomian di segala sektor di Provinsi Jambi semakin meningkat.
Sektor pariwisata pun dapat lebih terekspos secara positif sebab kemudahan akses yang kian terhubung dan terintegrasi dengan infrastruktur penunjang lainnya, seperti bandara dan pelabuhan.***