

inNalar.com – Salah satu perusahaan maskapai yang ada di Indonesia adalah Lion Air. Perusahaan ini tengah mempertimbangkan pencarian modal lewat IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Maskapai ini tengah mengincar dana segar sebanyak-banyaknya hingga 500 juta USD atau setara dengan Rp7,7 triliun (kurs 1 dolar AS=Rp15.538).
Melansir dari BEI, perusahaan maskapai swasta di tanah air ini tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengeksekusi penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Adapun rencana terlaksananya di akhir tahun 2024 mendatang.
Tidak heran jika pertimbangan mengenai jumlah saham yang ditawarkan hingga jadwalnya pun masih bisa beruba.
Apabila Lion melantai di BEI, tentu saja akan menambah jumlah emiten maskapai di tanah air.
Diantara yang sudah terdaftar seperti dari PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) serta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
Diketahui sebelumnya perusahaan ini juga pernah berencana untuk melakukan IPO di tahun 2014 lalu.
Perusahaan bahkan telah menargetkan untuk mengumpulkan dana hingga 1 miliar dolar AS.
Akan tetapi, rencana di tahun 2014 ini tidak terlaksana. Kemudian tetap tertunda hingga tahun 2016 akibat kondisi pasar yang cukup lesu.
Pada tahun 2019 lalu, perusahaan ini juga ingin melakukan pencarian modal lewat akan tetapi kembali terkendala.
Termasuk terkait adanya insiden kecelakan pesawaat Boeing 737 Max di tahun sebelumnya yang menewaskan sebanyak 189 orang.
Baca Juga: Gandeng Kanada, Kalimantan Utara Bangun Bandara Hijau Pertama Senilai Rp3 Triliun, Digarap Kapan?
Sementara itu, tahun-tahun berikutnya juga terhenti akibat pandemi Covin-19 yang melanda tanah air.
Rencana IPO perusahaan ini terus tertunda akibat perjalanan udara terhenti.
Lion Air sendiri merupakan salah satu maskapai penerbangan swasta di Indonesia dengan biaya yang cukup rendah.
Baca Juga: Merugi Rp439 Miliar! Pembangunan Bendungan di Lampung yang Masuk PSN Malah Dikorupsi, Benarkah?
Maskapai ini pertama kali melakukan penerbangan di tahun 2000 lalu yang merupakan anak usaha dari PT Langit Esa Oktagon sekaligus bagian dari Lion Group.
Sampai saat ini pun maskapai tersebut sudah cukup pesat perkembangannya di tanah air.
Terbukti ada banyak masyarakat yang memilih untuk melakukan penerbangan bersama Lion Air.
Pada tahun 2018 lalu, maskapai ini bahkan telah mengangkut sebanyak 36,8 juta penumpang atau hampir setara dengan 35 persen dari seluruh pelancong di tanah air.
Perusahaan ini juga melebarkan sayapnya di beberapa negara lain. Seperti Singapura, Saudi Arabia, China, hingga Malaysia. ***