Bakal Dieksplorasi 15 Tahun, Tambang Batu Bara di Kalimantan Selatan Ini Dapat Kucuran Cuan dari dari Investor Asing, Siapa Itu?

inNalar.com – Salah satu perusahaan asal China menanamkan modalnya pada proyek tambang batu bara bawah tanah di Kalimantan Selatan.

Hadirnya investor yang berasal dari Qinfa Group ini dilakukan lewat PT Sumber Daya Energi yang akan menjadi program strategis bagi pertumbuhan ekonomi di tanah air.

Proyek tambang yang dilakukan di bawah tanah ini juga disebut sebagai yang pertama di Indonesia.

Baca Juga: Habiskan Hampir Rp1 Triliun, Pembangunan Masjid di IKN Seluas 3,21 Ha Ini Pakai Desain Super Unik, Seperti Apa?

Penambangan ini sendiri dilakukan di Sungai Durian, Kotabaru, Kalsel dengan 3 tahap pembagian mulai dari SDE-1, SDE-2, serta SDE-3.

Ketiga tahap tersebut dirancang dengan kapasitas produks mencapai 10 juta ton batu bara sehingga dapat mencapai total 30 juta ton batu bara setiap tahunnya.

Untuk usia pertambangannya ini sendiri diperkirakan dapat bertahan dalam waktu cukup lama, yakni sampai 15 tahun.

Baca Juga: Beli Sertifikat Energi Rp5,2 Miliar, Coca Cola Indonesia Dapat Suplai Listrik EBT dari PLN Sebesar 90 GWh sampai 2025

Tentang Qinfa Group yang Sumbang Rp4,6 Triliun

Melansir dari Antara, Qinfa Group Ltd merupakan perusahahaan asal China yang melakukan afiliasi dengan PT SDE.

Sampai dengan 2023, perusahaan Tiongkok ini telah mengguyurkan dana hingga 300 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,6 triliun.

Baca Juga: Kapasitas Produksi 32 Juta MT, Penguasa Tambang Batu Bara di Berau Kalimantan Timur Ini Sukses Catatkan Penjualan hingga Rp56 Triliun, Namanya…

Tepatnya sejak tahap konstruksi di tahun 2021 lalu pada proyek tambang batu bara bawah tanah.

Debuti Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi, Achmad Idrus berharap agar nilai investasi tersebut dapat meningkat untuk mendukung pemerintah Indonesia di 2024.

Kini, perusahaan yang baru diresmikan tersebut diperkirakan mempunyai cadangan batubara hingga 293 metrik ton. Sedangkan sumber daya batu baranya mencapai 589 metrik ton.

Baca Juga: Pengusaha Asal Minang Investasi Rp1 Triliun Guna Proyek Kawasan Bisnis di Padang, Sempat Tertunda Selama 10 Tahun?

Proyek yang berjalan di Kalimantan Selatan ini menyerap sekitar 700 tenaga kerja Indonesia.

Area tambangnya sendiri seluas 185 km2 sehingga tercatat sebagai tambang skala besar di tanah air.

Lokasi pertambangannya sendiri didesain untuk memproduksi batu bara secara maksimal.

Baca Juga: Telan Biaya Investasi Rp200 Miliar, Jepang Kepincut Bangun Proyek PLTM Tongar di Sumatera Barat, Kapasitas Energinya…

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Suswanto berharap agar kehadiran tambang modern bawah tanah ini dapat menjadi contoh dari industri pertambangan lainnya di tanah air.

Kehadirannya diharapkan juga dapat menjadikan iklim investasi di sektor pertambangan semakin ramah terhadap lingkungan.

Ia menekankan kepada perusahaan untuk menerapkan kaidah pertambangan dengan baik dan benar.

Baca Juga: Gelontorkan Cuan Rp1,3 Triliun, Smelter Titanium Pertama Indonesia Dibangun di Bangka Belitung Hasilkan 100 Metrik Ton

Bambang mengingatkan bahwa perusahaan juga wajib melakukan program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat sekitar area tambang.

Dengan begitu akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang atas adanya indusrti ini.***

Rekomendasi