

inNalar.com – Bandara Internasional Ngurah Rai, yang terletak di Pulau Bali, Indonesia, adalah salah satu bandara tersibuk di negara ini dan menjadi pintu gerbang utama bagi wisatawan dari seluruh dunia yang ingin menikmati keindahan pulau Bali.
Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali menjadi salah satu aset penting bagi pariwisata Indonesia dan telah berperan dalam menghubungkan pulau ini dengan destinasi internasional.
Dengan fasilitas modern dan layanan yang baik, bandara ini terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali.
Bandara Internasional ini berlokasi di selatan Pulau Bali, sekitar 13 kilometer dari pusat ibu kota provinsi, Denpasar.
Bandara Ngurah Rai memiliki tiga landasan pacu yang mampu menangani penerbangan internasional dan domestik secara bersamaan.
Bandara ini memiliki terminal penumpang modern dan fasilitas yang lengkap, termasuk area ritel, restoran, dan layanan perbankan.
Bandara Ngurah Rai awalnya dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1930-an sebagai landasan pacu kecil untuk keperluan militer dan penerbangan sipil di pulau Bali.
Bandara Ngurah Rai diberi nama sesuai dengan nama pahlawan nasional Indonesia, I Gusti Ngurah Rai, yang merupakan seorang pejuang dalam perang kemerdekaan Indonesia dan gugur di pertempuran melawan pasukan Belanda pada tahun 1946.
Setelah kemerdekaan Indonesia, bandara ini mengalami beberapa perluasan dan pembangunan, termasuk pembangunan terminal baru pada tahun 1960-an untuk mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas udara yang pesat.
Pada tahun 2013, bandara ini kembali mengalami renovasi besar-besaran dengan dibangunnya terminal internasional baru yang modern dan mewah untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan bagi penumpang.
Biaya pembangunan Bandara Ngurah Rai dari awal pembangunan hingga renovasi besar-besaran pada tahun 2013 tidak dapat dipastikan secara akurat karena berbagai perluasan dan pembaruan yang terjadi selama bertahun-tahun.
Renovasi besar-besaran pada tahun 2013 dilakukan dengan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun, yang digunakan untuk membangun terminal internasional baru, memperluas fasilitas, dan meningkatkan infrastruktur keseluruhan bandara.
Lalu pada tahun 2019 lalu PT Angakasa Pura berniat untuk menambah kapasitas penumpang di bandara ini hingga 37 juta penumpang per tahun.
Dengan dana investasi sekitar Rp 15 triliun untuk mengembangkan kapasitas penumpang juga menambah fasilitas-fasilitas pendukung seperti landasan pacu, lahan reklamasi, dan teknologi keamanan seperti X-Ray ATRS, pass scanner, dan paspor autogate.***
(Alif Agusta)