

inNalar.com – Pembangunan jalan penghubung Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dan Solok di Sumatera Barat ini nampak penuh lika-liku bak kesulitan hidup yang tiada pernah berakhir.
Sebelumnya, diketahui pengerjaan jalan tembusan Bayang di Pesisir Selatan menuju arah Alahan Panjang di Kabupaten Solok ini tersendat karena adanya hutan lindung di sekitar lokasi proyek pembangunan.
Ditargetkan selesai 2023, masyarakat dibuat berharap sekaligus deg-degan ketika melihat desain jalan Pesisir Selatan – Solok di Sumatera Barat ini yang penuh tikungan tajam dan tanjakan curam.
Pasalnya, sebelum ada jalur ekstrem yang satu ini, para pelintas harus memutar arah melalui Kota Padang hingga memakan jarak tempuh hingga 139 kilometer.
Namun dengan adanya jalan berliku di sepanjang Pesisir Selatan – Solok, diharapkan jarak tempuhnya terpangkas hanya menjadi 52 kilometer saja.
Rupanya proses pembangunan jalan ekstrem ini pun tidak hanya menemukan kendala karena berada di dekat area hutan lindung saja.
Permasalahan anggaran pembangunan pun turut membayangi lika-liku pembukaan jalur penuh tikungan tajam dan tanjakan curam di Jalan Alahan Panjang – Bayang ini.
Diketahui anggaran yang dibutuhkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini seharusnya Rp60 miliar, tetapi dana APBD yang baru bisa menutupi baru Rp22 miliar.
Oleh karena itu, target penyelesaian yang semula diharapkan rampung 2023, akhirnya harus molor sampai 2024.
Kebutuhan akan jalan tembusan Pesisir Selatan – Solok di Sumatera Barat ini cukup dinantikan karena tadinya waktu tempuh antara kedua kabupaten tersebut habis 3,5 jam.
Apabila jalan tembusan Alahan Panjang menuju Bayang ini tuntas, maka waktu tempuhnya hanya sekitar 30 menit.
Dengan demikian, diharapkan aktivitas ekonomi dari kedua daerah di Sumatera Barat ini bisa teroptimalkan dengan baik.
Sebagaimana kedua daerah tersebut merupakan penghasil sayur dan rempah-rempah paling unggul di Sumatera Barat.
Meski jalan tersebut terbilang ekstrem karena memiliki tanjakan curam dan belokan tajam, masyarakat menyambut baik keberadaan pembukaan jalur alternatif pemangkas waktu antara Pesisir Selatan dan Solok ini.
Patut dimaklumi karena medan geografis kedua kabupaten kebanyakan berupa perbukitan dan lembah yang membuat desain jalan menjadi berkelok dan meliuk.
Dilansir dari instagram Skyscrapercity Padang, desain jalan penghubung Pesisir Selatan – Solok di Sumatera Barat ini memang dibuat menyesuaikan kondisi kontur tanah yang berbeda-beda dan cenderung tinggi.***