

inNalar.com – Pasar yang notabenenya sebagai tempat belanja dengan berbagai macam benda dan makanan serta tempat yang ramai seperti di kota-kota besar Jawa Timur, rasanya tidak bisa kita rasakan ketika mengunjungi Desa Ploso Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan.
Pasar dengan nuansa seperti kembali ke masa-masa kerajaan yang sepi dan terletak di pedalaman hanya bisa ditemui di tempat ini.
Warga sekitar menyebut tempat ini dengan nama Pasar Semburan, yang hanya buka di jam-jam tertentu dan hari tertentu.
Biasanya mayoritas warga Kabupaten Pacitan menyebutnya dengan Pasar Krempyeng, yang menunjukkan bahwa tempat tersebut hanya buka di waktu pagi hari dan tutup di siang hari.
Meskipun memiliki waktu buka yang tergolong sangat singkat, tingkat keramaian ketika kita disini sudah cukup untuk warga desa pelosok.
Hari bukanya juga menyesuaikan tanggalan jawa tradisional yaitu pada hari pasaran pahing dan hanya berlasung dari jam 6 sampai 8 pagi.
Baca Juga: Menganut Sistem Kasta, Begini Uniknya Tradisi Pernikahan Warga Toraja di Sulawesi Selatan
Untuk sampai ke tempat ini, cukup membutuhkan waktu yang lumayan lama jika berpatokan dari alun-alun Kabupaten Pacitan.
Namun, hal tersebut akan dibayar lunas dengan keindahan pemandangan yang disuguhkan ketika kita ke sana.
Pemandangan yang indah dengan pohon-pohon dan sawahnya sehingga tidak berasa jika kita sedang di pelosok Jawa Timur.
Ketika kalian sampai disana, kalian akan disambut dengan pemandangan seperti melihat sebuah pasar di film-film sinetron laga Indonesia.
Dengan hanya melihat segelintir saja masyarakat yang menjadi penjual dan barang yang dijual pun hanya sedikit.
Bukan hanya itu saja tempat untuk berjualan ternyata terbagi menjadi 2 tempat yaitu tempat untuk membeli makanan siap saji dan bahan pokok makanan atau bahan lainya.
Baca Juga: Rekomendasi Makanan Khas Kampung Halaman Jokowi, Salah Satu Menunya Andalan Presiden ke-7 RI
Keunikan lainya yang harus kalian melihatnya sendiri adalah tempat untuk berjualan tidak seperti pada umumnya.
Mereka berjualan di beberapa teras rumah warga yang cukup luas dan beberapa lainya berada di sebuah gubuk kosong yang besar.
Teras rumah digunakan untuk berjualan makanan siap saji dan dan bahan pokok sedangakan gubuk kosong digunakan untuk berjualan hasil bumi.
Kalian bisa menemukan makanan khas dari desa lokal di tempat ini yang tidak bisa di dapatkan di kota-kota Jawa Timur lainya.
Dengan membayar mulai dari Rp.500 kalian bisa mendapatkan makanan-makanan tradisional seperti nogosari, lontong, tempe goreng, kolong, dsb.
Mayoritas pedagang yang berjualan disini sudah mencapai masa lansia serta jika berjualan mereka tidak menggunakan transportasi, hanya dengan berjalan saja.
Letak dari tempat yang fenomenal ini sangat terpelosok dan membutuhkan effort yang lumayan juga untuk bisa mencapainya.
Karena letaknya yang berada di atas pegunungan daerah kidul Kabupaten Pacitan membuat sarana berupa jalan beraspal belum menjamah di kawasan desa ini.
Hal ini juga dapat menjadi sorotan kepada Pemerintah kawasan Jawa Timur untuk mendanai dan mengalokasikan beberapa dana untuk pembangunan keberlanjutan masyarakat desa ini.***(Wahyu Adji Nugraha)