Bak Kelahiran ‘Prematur’, Megaproyek Fly Over di Jawa Timur Ini Malah Mangkrak Setelah Telan Dana Rp1,6 T

inNalar.com – Megaproyek fly over di Jawa Timur awalnya memang digadang-gadang jadi akses cepat dari dan ke Terminal Teluk Lamongan menuju berbagai kawasan daerah di Indonesia.

Namun tanpa diduga, megaproyek yang menelan anggaran sebesar Rp1,6 triliun di Jawa Timur tersebut malah mangkrak tak berpenghuni.

Akibatnya, bangunan yang telah berdiri dengan gagahnya di perlintasan tambak osowilangun, Jawa Timur itu belum beroperasi hingga sekarang ini.

Baca Juga: Hamas Serang Israel Lagi! Balas Dendam Usai Bikin Jalur Gaza di Palestina Jadi Neraka

Padahal, selain berpeluang jadi akses cepat dari Terminal Teluk Lamongan, fly over tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas di daerah sana.

Melansir data dari laman web resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Prioritas atau KPPIP, disebutkan bahwa proyek mangkark senilai Rp1,6 triliun tersebut ditanggung jawabi oleh PT.Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Pembangunan fly over di Jawa Timur tersebut sudah dimulai sejak tahun 2019 lalu.

Baca Juga: Dibangun 1925, Taman Sri Deli Medan Sumut Seluas 14.884 M2 Dulunya Milik Keluarga Sultan, Namanya…

Selain itu, target penyelesaian proyek fly over senilai Rp1,6 triliun itu juga diselesaikan secara tepat waktu, yakni pada tahun 2021 lalu.

Menghabiskan anggaran sebesar Rp1,6 triliun, ternyata proyek pembangunan fly over sepanjang 2,4 Kilometer itu malah bak kelahiran prematur.

Sebab, meskipun sudah rampung kontruksi bangunannya, keberadaan dari fly over tersebut masih juga belum terkoneksi dengan akses Tol yang lainnya.

Baca Juga: Luncurkan Website Info Lelang 2.0, BRI Tawarkan Beragam Aset Favorit Guna Penuhi Kebutuhan Pengguna

Akibatnya, megaproyek yang dibangun di Jawa Timur tersebut hingga saat ini belum dapat mengsupport lalu lintas di wilayah sana.

Sejak awal pembukaannya pada bulan Juni 2021 lalu, fly over yang berdiri kokoh di jalan tambak Oso Wilangon tersebut masih belum beroperasi hingga tahun ini.

Sehingga, dapat dihitung bahwa megaproyek fly over bernama TTL atau Terminal Teluk Lamongan tersebut telah mangkrak selama kurang lebih dua tahun.

Menilik lagi dari data informasi di web penelusuran, bahwa pembangunan fly over Terminal Teluk Lamongan diyakini persisi sudah pasti telah lolos dari beberapa kajian.

Terlebihnya, proyek yang memiliki panjang 2,4 Kilometer tersebut juga sudah terintegrasi dengan progam Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maupun Pemkot Surabaya.

Namun, hingga artikel ini diterbitkan, proyek megah yang membentang di Jawa Timur tersebut belum diketahui seperti apa penyebab persisnya.

Harapannya, jalur bebas hambatan yang dibangun dengan anggaran besar tersebut segera beroperasi seperti normalnya.

Sehingga, kurangnya kepadatan lalu lintas dan akses cepat dari dan ke Terminal Teluk Lamongan menuju berbagai daerah di Indonesia segera terealisasikan.

Itulah informasi mengenai proyek jalan bebas hambatan di Jawa Timur yang disebut-sebut sebagai proyek ‘prematur’.***

 

 

Rekomendasi