Bak Eropa, Siapa Sangka Perumahan Elit Ini Ternyata Ada di Papua

inNalar.com – Distrik Tembagapura adalah sebuah wilayah terletak di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, yang dikenal karena menjadi lokasi salah satu tambang emas terkenal di dunia, yaitu Tambang Grasberg.

Selain menjadi lokasi tambang emas, tempat ini juga menghasilkan tembaga terbesar ketiga di dunia. Penghasilan inilah yang membuat kota ini dinamakan “Tembagapura”.

Berada di ketinggian 2 ribu meter di atas laut, kota ini menyuguhkan pemandangan cantik dikelilingi oleh pegunungan, menjadikannya kota di atas awan.

Baca Juga: Berdiri Selama Hampir 20 Tahun, Pondok Pesantren di Jawa Tengah Ini Santrinya Memakai Pakaian yang Unik

Pembuatan distrik ini ditujukan kepada para pekerja tambang PT Freeport Indonesia yang diresmikan pada 3 Maret 1973 oleh Presiden Soeharto.

Selain menjadi hunian pekerja tambang di Indonesia, tempat ini juga menjadi tempat tinggal pekerja luar negeri yang membuat kota ini multikultural.

Keunikan tempat ini ditunjukkan oleh suasana yang mirip dengan pemukiman Eropa, mulai dari bentuk lingkungan hingga arsitektur bangunan.

Baca Juga: Luasnya Hampir 2000 Hektar, Pondok Pesantren Al Zaytun di Jawa Barat Jadi Ponpes Termegah se Asia Tenggara

Selain hijau dan asri, tempat ini juga memiliki cable car atau kereta gantung yang menjadi alat transportasi sehari-hari karena medan ekstrem.

Julukan “Negeri di Atas Awan” tidak hanya ditunjukkan dari letak kota ini yang berada di ketinggian, namun juga kabut yang sering kali datang membawa suhu 20 hingga 3 derajat celcius.

Tembagapura dijaga ketat oleh pihak tambang dan perusahaan terkait, sehingga umumnya hanya pekerja, karyawan, atau tamu resmi yang diizinkan untuk mengaksesnya, menjadikannya kawasan terbatas dan eksklusif.

Baca Juga: Transaksi Pakai Kepingan Bambu, Pasar Tradisional di Jombang, Jawa Timur Ini Bikin Bernostalgia ke Masa Lalu

Wilayah ini juga menyediakan berbagai fasilitas bagi para pekerja dan tamu yang datang ke sini, termasuk penginapan, sarana olahraga, dan berbagai layanan pendukung lainnya.

Meskipun akses wisatawan umum terbatas, sebagian besar kawasan ini dijaga dan dilestarikan oleh perusahaan tambang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Namun, akses ke wilayah Tembagapura bisa menjadi tantangan karena lokasinya yang terpencil dan sulit dijangkau.

Biasanya, akses ke wilayah ini dilakukan melalui penerbangan dari kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya menuju Bandara Mozes Kilangin di Timika, Papua.

Perjalanan bisa menggunakan helikopter selama 20 menit atau bus anti-peluru selama sekitar 3 jam. Penerbangan helikopter hanya tersedia pagi antara pukul 06.00-11.00 karena cuaca berkabut setelahnya.

Karena perusahaan tambang yang beroperasi di sini merupakan perusahaan multinasional, standardisasi dan kualitas infrastruktur dan fasilitasnya juga sangat baik.***

Rekomendasi