

inNalar.com – Gejala diabetes melitus pada anak tidak selalu mudah terlihat dan ada beberapa anak mungkin tidak menunjukan adanya gejala apaun.
Oleh karen aitu sangat penting untuk melakukan tes darah untuk memeriksa kadar gula darah secara teratur.
Dari sumber terpercaya adanya mengenai penyakit diabetes pada anak, IDAI (Ikatan Dokter Indonesia) mengkonfirmasi bahwa kasus daibetes pada anak meningkat 70 klali lipat selama 10 tahun tahun terakhir, meningkatnya kasus diabetes melitus terhadap anak merupakan peringatan bagi para orang tua.
Baca Juga: Anak Sering Kencing? AWAS, Bisa Jadi Terkena Diabetes Melitus! Kenali Gejalanya Berikut Ini
Terutama bagi orang tua yang memiliki riwayat diabetes melitus maka harus menjaga pola amkan anak dan memperhatikan pola asupan yang akan dikonsumsi oleh anak mereka.
Pada tahun 2023 diabetes pada anak meningkat 0,028% jiwa dibandingkan pada tahun 2010 angka diabetes pada anak sebesar 0,004% jiwa.
Berikut infomasi mengenai usia anak diindonesia yang terkena penyakit diabetes melitus, antara lain yaitu;
Dari adanya informasi diabetes melitus pada anak yang mengalami kenaikan sampai 70 kali lipat membuat orang tua harus mengontrol pola makan anak dan dan melarang anak untuk mengonsumsi makanan yang tinggi gula.
Penyakit diabetes melitus tidak hanya dialami oleh orang tua maupun dewasa saja, tetapi sekarng banyaknya orang yang terkena diabetes pada usia yang terbilan mudah.
Seringnya orang tua merasa senang jika anaknya suka makan dan lahap makan tapi perlu diperhatikan jenis makanan apa yang anak tersebut konsumsi.
Para orang tua akan khawatir jika anaknya tidak doyan makan, maka orang tua akan membiarkan ketika anaknya makan banyak dari pada tidak mau makan.
Kurangnya asupan nutri pada akan akan menghambat pertumbahan mereka dan menyebabkan berbagai macam penyakit.
Diabetes melitus sendiri memiliki 2 tipe yaitu;
Secara garis besar diabetes melitus tipe 1 menyerang anak-anak disebabkan karena ketidakmampuan sel beta pankreas untuk memproduksi hormon insulin dan hal tersebut disebabkan karena autoimun
Diabetes melitus tipe 2 sering menyerang orang dewasa, produksi insulin sudah ada tapi tubuh tidak mau menerima insulin karena jenuh sering banyaknya mengonsumsi makanan manis sehingga insulin merasakan kebosanan.
Tapi di zaman sekarang diabetes melitus tipe 2 tidak hanyak cuma bisa terjadi pada orang dewasa sekarang diabetes melitus sudah bergeser ke remaja atau anak muda.
Diabetes melitus yang dialami oleh remaja disebabkan karena sering amakan manis dalam jangka waktu yang panjang seperti amsih kecil sudah terbiasa denagn makanan manis maka efek samping dari makan manis adalah terkena diabates diusia yang masih muda.
Orang tua juga harus hati-hati dan tidak menyepelakan anak yang makan banayk karena resiko yang akan dideritanya ketika anak tersebut sudah usia remaja.***(Faizzatun Nazira)